Wednesday, 15 February 2017

Nyai & Pergundikan di Hindia Belanda






Pertama membaca buku ini saya masih ingat, saat itu usia saya baru delapan belas tahun, usia yang masih sangat muda dan memiliki sejuta mimpi juga kesempatan, membaca buku ini mengingatkan saya, bahwa di satu periode yang lampau, usia saya merupakan usia produktif untuk seorang gadis,melepaskan kesengsaraan dan juga garis kemiskinan dalam sebuah pilihan hidup yang membuatnya mampu bertahan namun juga menerima konsekuensi untuk hidup dalam bayangan, menjadi seorang Nyai.

Kemudian, enam tahun berlalu dan saya tergerak kembali untuk membaca ulang buku ini, sebuah buku yang menceritakan realita mengenai kehidupan seorang Nyai. Sebuah buku yang ditulis oleh seseorang yang ingin mencari asal usul dari sebagian darah yang mengalir di dalam tubuhnya, darah seorang Moeinah,seorang Nyai. Menjadi Nyai adalah terikat pada hubungan yang berdiri dengan landasan transaksi ketimbang sebuah perasaan menjadi garis utama penceritaan buku ini, bahwa menjadi Nyai adalah sebuah profesi,bukanlah panggilan hidup seorang perempuan.

Friday, 10 February 2017

Sastra dalam Pembelajaran Sejarah

Berbicara Sastra dengan sejarah adalah dua hal yang sangat berkaitan. Sastra dalam pembelajaran sejarah. Seperti apa? Dan bagaimana?

Saya mencoba melakukan kegiatan tersebut. Saya mulai dg mengingat tema materi pembelajaran. Kebetulan saat itu kita masuk pada materi masa pendudukan Jepang. Saya pun angkat sebuah novel yang sarat akan kondisi sosial masa pendudukan Jepang. Novel, Momoye : mereka menganggap yang saya pilih. Mengingat ketebalan novel cukup untuk awal anak mau membaca.

Lalu bagaimana dg reaksi anak2. Wahhh, alhamdulilah melebihi ekspedisi saya. Mereka banyak yang tertarik Dan bahkan selalu ada hasil tulisan anak yang keren melakukan analisis ya. Walaupun pada awalnya banyak anak protea, namun setelah membaca mereka menunjukkan antusiasnya.


Penasaran ingin tau ttg ISI novelnya? Monggo dicari di toko buku terdekat. Buat spoilernya boleh juga pinara ke ruang history baca hasil tulisan anak.

 Hatur nuhun.

Thursday, 9 February 2017

Cahayamu Menerangi Gelapku


Assalamualaikum Wr. Wb.

Tahun kedua menjadi guru Prakarya di SMP Mutiara Bunda. Kali ini saya akan cerita mengenai proyek yang dikerjakan oleh kelas 9 pada semester I tahun ajaran 2016-2017. Masih sama dengan proyek di tahun sebelumnya yaitu membuat hiasa lampu. Kalau tahun lalu material utama yang digunakan adalah stik es krim, di tahun ini seluruh siswa saya berikan ruang untuk menggunakan material yang lebih beragam sesuai kreatifitas mereka. Pipa PVC, karton duplek, stik es krim, kaleng, kayu, kertas kalkir, CD bekas, benang rajut, dll menjadi material yang digunakan pada pembuatan proyek kali ini. Beragamnya material mengharuskan setiap siswa untuk mampu mencari solusi secara mandiri ketika menghadapi kendala. Alhamdulillah...banyak siswa yang mampu menghasilkan kreasi hiasan lampu yang menarik, bahkan ada juga siswa yang berhasil membuat kipas angin dari CD bekas setelah lima kali percobaan, hebat kan... 😉

Nah...ini beberapa penampakan dari karya siswa kelas 9. Foto yang ditampilkan menginformasikan tanggal yang salah (males ngatur tanggal di kamera, hehe...)


Belajar yuuk...

Keluar dari sebuah zona nyaman
tidaklah mudah. Bayangkan... sudah di posisi suepper wuenak tetiba harus beranjak menuju tempat/posisi barubyang sebelumnya gak pernah kita bayangkan..
pertama kali yang tercetus adalah..wuah gimana ini? koq bisa? trus nanti aq gimana? trus nanti sama siapa? trus kl gak bisa gimana? (wuahaahahah.. asa dejavu.. ).
Allah yg Maha Menggenggam..
Allah yg Maha mengetahui apa yang terbaik buat kita..
Allah yg Maha membolak-balikkan hati..

Allah selalu punya cara untuk membuat kita selalu belajar.. 
Insya Allah..
terima kasih atas kesempatan ini ya Rabb..

Kamis ini...

Bandung Kamis ini
Dingin...

Bandung Kamis ini
Mendung...

Bandung Kamis ini
Sangat bersahabat dengan hujan

Dan Bandung Kamis ini
adalah Aku

Senja...

Wednesday, 8 February 2017

Movie Review

Bukan cuma orang dewasa yang perlu refreshing.. tapi anak2 juga...
Saya termasuk orang yang menganut hal itu.
Buat anak-anak saya nonton di bioskop bersama.kedua orangtuanya merupakan salah satu agenda refreshing yang ditunggu.
Tentu saja gak mudah buat kami selaku orangtua.. karena kita harus memastikan dengan baik kualitas film yang akan kamu tonton...
Saya akan ncoba ngasih contekan buat film yang bulan kmaren kami tonton. Monster Truck..
cekidot yaaa....
semoga bermanfaat yaa...
😍😎

Muhasabah dari Percikan Sejarah



Jam dua belas lewat beberapa menit, tengah malam, tanggal enam Juli 2011, hari Rabu, di atas kapal Ferry Jatra 1. Udara pelabuan Bakauhuni cukup terasa panas, di sapu udara laut yang dingin menembus tulang. Ku tatap langit yang sedikit berbintang. Lampu-lampu berkelap kelip yang cukup memukau dipandang mata di malam hari. Hamparan air laut, gelap, hitam seperti hati hambaMu dikala itu yang sedang kelam, pekat dengan dosa dan alfa yang sering hamba kerjakan dengan rasa gembira dan bangga.

Ya Rabb, ya Ilaahi

Ampuni hambaMu ini

Ampuni MakhlukMu yang hina ini

Luasnya laut, sangat jarang membuat hamba berfikir dan bertafakur, betapa Maha Hebat dan besarnya ayat kauniyahMu

Dengan laut, Engkau limpahkan betapa banyak rizki; ikan, garam, karang, ganggang, jasa angkutan, minyak bumi, dan berjuta nikmat lainnya

Ya ilaahi

Ampuni hambaMu yang jarang meneteskan air mata demi memohon ampunanMu

Ampuni hamhaMu yang sering takabur dan berbangga diri dengan karuniaMu

Betapa kerasnya hati hamba ya Allah

Engkau ingatkan hamba dengan firman-firmanMu

Tapi hati ini tidak jua tergugah

Engkau dekati hamba melalui shalat

Tapi hati ini tetap membatu dari mengingatMu

Engkau ingatkan hamba dengan sakit

Tapi tidak membuat hamba menjerit memohon ampunanMu

Engkau ingatkan hamba dengan meninggalnya seseorang

Tapi tidak membuat hamba lekas bertaubat

Ya ghofuur

Harus bagaimanakah cara hamba agar dapat meneteskan air mata

Demi mengingat betapa besar karuniaMu

Yang senantiasa menyertai hamba-hambaMu. Makhluk-makhlukMu yang dengan berbangga diri melanggar perintahMu,

Yang dengan sombongnya menjauhi perintahMu

Ya rabb

karuniakan hamba kenikmatan bercengkerama denganMu

karuniakan hamba kenikmatan mengingatMu

ya rabb

Betapa sulitnya mata ini untuk menangis

Betapa sukarnya hati ini untuk bergetar ketika namaMu disebut

Sudah begitu berkaratkan dosa-dosa hamba

Sudah begitu berakarkah maksiat-maksiat hamba

Yaa rabb.....

Tuesday, 7 February 2017

Tak Ada Kata Terlambat...

Sampai saat ini, saya masih membutuhkan ilmu, baik itu ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. Tak ada hentinya, dan tak berbatas pula waktu yang dibutuhkan. Kali ini, saya tertarik mengenai ilmu agama yang sebenarnya tidak asing lagi bagi kita semua, yaitu mengaji... Cara mengaji saya pun masih jauuuuh dari sempurna dan saya masih berusaha untuk konsisten menambah muroja'ah, setiap harinya. 

Salah satu yang terlintas dibalik kegiatan mengaji ini adalah masa lalu saya, yang setiap harinya, tepatnya di sore hari, baik itu oleh guru dekat rumah maupun di TPA, WAJIB untuk mengaji. Betapa beruntungnya, saya rasakan saat ini, karena jasa para pahlawan di dalam kehidupan saya ini, yaitu :
  • Orang tua yang akan selalu mengingatkan dan mengharuskan semua anak-anaknya mengaji setiap harinya, TIDAK ADA ALASAN APAPUN UNTUK TIDAK MENGAJI!
  • Para guru, yang telah mengajarkan tanpa lelah dan memberikan ilmunya kepada saya.
  • Teman-teman, yang saling support untuk mengaji.

Saya memulai dengan membaca Iqra hingga Al-Quran. Terasa bahagia saat itu dan bersyukur tanpa henti hingga sekarang. Saat ini, saya sebagai orang tua, sangat belajar dari pengalaman yang telah diberikan, yaitu HARUS mengajarkan mengaji dari dini meskipun saya sendiri masih belajar. 

Namun, Tau kah kamu??Tak ada kata terlambat untuk belajar..Jangan malu untuk memulai!!! Jangan sampai merasa malu sehingga menghentikan kamu untuk belajar! 

Terimakasih semuanya tanpa orang tua, guru, teman-teman serta lingkungan (teman) saya saat ini masih memberikan energi positif sehingga tak ada lelahnya untuk belajar. 

#Reminderformyself

Malas Membaca itu Berbahaya

Malas Membaca itu Berbahaya kawan.

Sepertinya contoh kecil ini menjadi bukti bahwa, saya, Anda dan masyarakat kita ini adalah kategori masyarakat malas membaca.

Malas Mambaca itu memang berbahaya, tapi ada yang lebih dahsyat lagi.

Sudah mah malas membaca, kemudian berpendapat dan menyimpulkan seenak udelnya sendiri.

Maka yang terjadi seperti ini.

Siapa yang mau bertanggung jawab?

Bisa bantu menambahkan?
 

Minat Membaca
Sumber : Kawan di Facebook.com

ditambahkan dengan senyum.

Salam dari Kopo bandung.

Memulai

Penulis Hebat menjadi salah satu mimpi di catatan 1001 my dreams. Target saya bisa menulis sudah  tercatat sejak saya sma. Melakukan episode menjadi mahasiswa mimpi itu makin berasa. Bukan tanpa usaha saya ingin mencoba mewujudkannya, berbagai forum menulis, berbagai macam buku menulis & tips2 mudah melakukan pun sudah saya baca. Tapi ntah kenapa saya belum bisa menulis. Selalu dan selalu demikian. Hanya bisa berkata miliki karya, dan isi hidup kita dg karya2 terbaik kita karena kita tidak tau hidup kita sampai kapan. Rasa ragu, merasa tulisan tidak layak dibaca dan beribu perasaan lainnya ketika akan menulis. Ternyata satu hal yang saya lewatkan, teramat penting dan saya sepelekan yaitu mencoba MEMULAI.  

Para penulis hebat mereka tidak mungkin bisa langsung bisa dan menjadi penulis hebat tanpa mereka MEMULAI. Lepaskan, lakukan dan mulailah satu hal yang memang jika ingin saya coba raih untuk menjadi penulis hebat. Memulai tulisan apapun itu, sejelek apapun hasilnya yang pasti beranikan dirimu untuk memulai menulis.


Geografi Hari Ini



Geografi Hari Ini

By M. A. Iskandar, S. S.

                Tiga jam pelajaran, itu berarti 3 x 40 menit waktu yang disediakan untuk saya memberikan materi tentang “Langkah-Langkah Penelitian Geografi” di kelas 10 IPS. Tidak mudah namun juga tidak terlalu sulit tergantung dari mana kita memulainya. Dengan jumlah siswa yang hanya 16 orang termasuk 4 siswa berkebutuhan khusus memang menjadi tantangan tersendiri untuk membuat suasana pembelajaran yang menyenangkan namun tetap serius dan fokus kepada hasil akhir yang diharapkan. Terlebih  tiga jam terakhir menjelang berakhirnya jam sekolah mulai dari pukul 13.00 – 15.00 adalah kondisi siswa dengan fokus dan konsentrasi yang mulai menurun.
                Maka saya pun memulai pelajaran dengan menyampaikan materi yang menurut saya relatif singkat. Satu jam pertama atau sekira 40 menit disampaikan materi langkah-langkah penelitian geografi dengan memberikan contoh di sekitar mereka atau sedikit menyinggung pula penelitian yang mereka lakukan. Alhamdulillah, di menit-menit awal para siswa masih bisa mendengarkan penjelasan materi dan mencatat di buku catatan dengan baik. Namun menjelang 10 atau 15 menit terakhir konsentrasi beberapa siswa mulai menunjukkan penurunan. Hal ini jika dibiarkan berlanjut dikhawatirkan akan berdampak pada siswa lain. Pada saat seperti ini seorang guru harus jeli melihat situasi dan kondisi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah kita susun.
                Banyak cara dan strategi yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan fokus dan konsentrasi yang mulai menurun. Bisa dengan game sederhana, cerita seru, gerakan olah raga, memberikan soal dan lain sebagainya. Kondisi seperti ini sering saya alami sehingga berdasarkan pengalaman, saya pun membuat rencana pembelajaran yang membuat siswa bergerak secara aktif. Salah satunya dengan diskusi kelompok melakukan penelitian lapangan. Alhamdulillah, metode ini cukup berhasil meski diantara anggota kelompok tetap saja ada yang gafok alias gagal fokus. Ini tentu menjadi PR tersendiri bagi saya sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk kegiatan pembelajaran selanjutnya. Dengan metode sederhana kita bisa melakukan riset singkat untuk mencari tahu penyebab siswa masih gagal fokus meski sudah menggunakan model pembelajaran aktif.
                Menurut hasil riset singkat saya dengan observasi pengamatan langsung di kelas pada saat pembelajaran geografi hari ini, saya memperoleh kesimpulan sebagai berikut. Pertama, siswa memang sudah tidak fokus menjelang akhir pembelajaran. Kedua, siswa merasa jenuh dan bosan dengan suasana kelas yang sama. Ketiga, materi yang disampaikan memang bukan materi yang menurut mereka menarik. Keempat, beberapa siswa mulai tergoda menggunakan gadgetnya untuk sesuatu yang menurut mereka menarik seperti bermain game, membalas chattingan di media sosial dan sebagainya. Kelima, jam terakhir merupakan jam yang mendekati jam bebas mereka untuk bisa melakukan hal apapun di luar pelajaran.
                Masalah seperti ini tentu tak bisa dibiarkan. Jika terus terjadi, seperti yang sudah saya sampaikan di atas, bahwa itu akan membuat rencana pembelajaran yang sudah disusun tidak tercapai dengan baik. Selain itu, guru juga akan merasa gagal dan putus asa. Saya mencoba meminta pendapat dari pembaca sekalian khusunya para guru yang menemukan masalah yang sama untuk sama-sama mencari solusi terbaik mengatasi hal tersebut. Untuk itu, mari kita berdiskusi dengan menuliskan komentar dari pembaca sekalian di kolom komentar di bawah. Selamat berdiskusi!  
     


Artikel ini dapat ditemukan juga di link: http://www.mohamadiskandar72.blogspot.co.id

Saturday, 4 February 2017

Muhasabah sambil menapaki Sejarah




Ya rabb

Angin sejuk meniup hawa panas yang menyelimuti Lembang saat ini, pukul satu siang. Burung-burung hinggap di pepohonan melepas penatnya udara panas. Pohon cemara melambai menawarkan untuk bernaung di bawah rindang daunnya yang hijau keriting.

Lamunan itu sejenak bergeser sedikit kearah tafakur, ya tafakur seorang hamba Allah yang pongah, seorang makhluk Allah yang hina, yang lebih banyak lupa daripada terjaga, yang lebih banyak maksiat daripada ta’at, yang banyak takabbur daripada tafakur, yang lebih banyak kufur daripada syukur, yang lebih banyak tertawa daripada menangis, yang sering bangga dengan dosa yang dilakukan.

Ya Rabb

Angin yang semilir menyejukkan hawa yang panas tidak lah membuat kami mampu merasakan betapa besar kasing sayangMu yang tiada pandang bulu.

Betapa banyak nikmat yang Engkau anugerahkan meski hambamu telah terlampau jauh menjauhiMu.

Suasana hening tidak membuat hamba mampu menyelami betapa maha kuasanya Engkau

Tidak membuat hamba mampu meneteskan air mata walau satu tetes demi mengenang dan mengingat-ingat betapa banyak dosa yang telah hamba lakukan dengan bangganya.

Ya Allah

Engkau anugerahkan hamba kesempatan

Waktu luang, waktu senggang

Namun hamba hanya mampu mengisinya dengan banyak melupakanMu

Hamba jarang membaca firman-firmanMu

Hamba begitu terburu-buru ketika menghadap kepadaMu

Hamba begitu malas mendengarkan penjelasan ayat-ayat kebesaranMu

Hamba begitu malas mendengarkan nasihat-nasihat kebaikan menuju jalanMu

Hamba begitu malas mempelajari ilmu-ilmu demi mendekatkan diri kepadaMu

Ya Rabb

Mampukah hamba mengisi waktu yang tersisa untuk lebih baik menghamba kepadaMu

Ya Ilahi

Dengan segala kekurangan hamba

Dengan semua kesalahan hamba

Dengan keterbatasan ilmu yang hamba miliki

Dengan semua kesombongan yang hamba miliki

Mampukan hamba menjadi hambamu yang terbaik

Amin.
Ditulis di Villa Lagenta, Lembang, Kamis 16 Juni 2011/ 14 Jumaditsani 1432H pukul 13:38

Tulisan lainnya dapat di lihat di http://abuihsan10.blogspot.co.id/

Friday, 3 February 2017

Create the Good Culture


Pernah nyadar gak kalau di lorong ini sudah banyak tercipta budaya...?
Pemahaman singkatnya..budaya itu kan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yaa.. Lengkapnya boleh dicari dari berbagai ahli yay ^-^

Di lorong itu adalah garis awal warga SMA Mutbun memulai dan menciptakan berbagai budaya. Budaya untuk selalu disiplin, budaya untuk selalu mencari keberkahan dalam ilmu, budaya untuk selalu istiqomah menjalankan perintah Allah dan budaya-budaya yang lainnya..

Kita  juga sedang menciptakan budaya, yakni budaya untuk menulis...
Budaya itu akan hilang kalau memang sudah tidak ada pengikutnya, yagaksih ?
Di setiap masyarakat adat pun punya budaya dengan ciri khasnya masing-masing, dan itu masih berlaku sampai sekarang, yaaa karena masih ada pengikutnyaa ^-^

Jadi...ayo kita tetap menjadi pengikut untuk budaya menulis ini (aamiin)
Let's create our good culture gaess...

Kalo kata Abraham Lincoln "The best way to predict your future is to create it"


Happy Weekend...

Wednesday, 1 February 2017

Terima Kasih

terimakasih bagi yang sudah membuat forum di blog ini sehingga saya dapat ikut andil dalam bercerita untuk sekedar memuntahkan isi hati dan fikiran.
langsung aja biar ga lama-lama..
saya ingin menceritakan tentang kegiatan melukis dinding. saya banyak mempelajari siswa disana .. mereka ternyata belum faham terhadap konsep melukis dari belakang ke depan. sehingga saya ajarakan kepada mereka apa itu yg saya maksud.
1. ketika hendak melukis kita harus bayangkan apa yang akan kita buat
2. buatlah konsep kasarnya di kertas
3. tuangkan ke dinding atau media yang hendak dilukis
4. gunakan cat yg berwarna bias tujuannya agar pas ditimpa cat sesuai keinginanm mudah tertutup.
5. setelah dibuat seketsa kasar tinggal bikin latar atau background
6. tunggu kering lalu lanjut ke objek yang dibuat
7. finishing.. pandang di dekat dan jauh lalu perbaiki bagian yang kurang sesuai atau bagus.

itulah sekedar shering untuk hari ini

terima kasih.

Ini Aku

yadi