INTEGRATED PROJECT STUDY DALAM PEMBELAJARAN
JARAK JAUH
Oleh Moh. A. Iskandar
Wabah
covid-19 telah menjadi pandemi sejak pertama kali penyakit ini diumumkan di
Wuhan Provinsi Hubei, Cina pada Desember 2019. Wabah ini kemudian menyebar ke
seluruh dunia termasuk Indonesia. Sejak diumumkan kasus pertama covid-19 pada 2
Maret 2020, pemerintah kemudian melakukan kebijakan antisipasi dengan
menerapkan social distancing (jaga jarak sosial) dan physical
distancing (jaga jarak fisik). Seluruh kegiatan yang sifatnya mengumpulkan
massa dalam jumlah yang banyak dibatasi. Kebijakan ini berimbas kepada hampir
semua kegiatan publik mulai dari bisnis, hiburan, perkantoran, hingga
pendidikan. Sekolah menjadi salah satu yang terdampak kebijakan social
distancing dan physical distancing. Kegiatan belajar mengajar pun
harus dilakukan di rumah melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).
Pada awal pelaksananaannya, siswa
dan guru cukup antusias terlibat dalam PJJ. Namun seiring berjalannya waktu
kejenuhan timbul. Berbagai masalah pun muncul seperti kurangpahamnya guru dan peserta
didik dalam penerapan PJJ, fokus pembelajaran yang hanya pada pemberian tugas, akses
terbatas pada pembelajaran online, dan lain sebagainya. Ditambah lagi metode
PJJ yang diterapkan masih menggunakan jam pelajaran sekolah yang kaku misalnya anak
harus belajar mulai dari pukul 07.00 – 15.00, padahal kondisi di rumah setiap peserta
didik berbeda-beda.
Jika hal ini terus berlanjut maka
PJJ tidak bisa berlangsung secara efektif. Tujuan pembelajaran sulit dicapai. Pembelajaran
online terkendala dengan akses internet dan keterbatasan sarana prasana.
Pengerjaan tugas hanya jadi beban rutinitas yang membosankan. Sulit untuk mengatur
waktu karena kondisi rumah dan sekolah pasti berbeda. Pendampingan peserta
didik dari guru pun bisa jadi terkendala karena guru juga fokus untuk
mendampingi anaknya di rumah.
Salah satu upaya untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan di atas adalah dengan Integrated Project Study
(IPS) yaitu pembelajaran berbasis projek secara terintegrasi. Metode pembelajaran
ini memungkinkan seluruh mata pelajaran terintegrasi dalam satu projek. Dengan
demikian guru dan peserta didik tidak terbebani oleh penugasan yang banyak. Bentuk
projek bisa bermacam-macam tergantung dari kebutuhan atau tujuan yang akan
dicapai.
Berikut adalah contoh projek makalah dengan
tema Covid-19 untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas jurusan Sosial-Humaniora.
Mata pelajaran yang terintegrasi:
1.
Sejarah peminatan : membahas tentang sejarah pandemi
2.
Sejarah Indonesia : membahas tentang sejarah wabah di
Indonesia
3.
Pendidikan Agama Islam : membahas tentang sikap seorang muslim menghadapi
wabah
4.
Pendidikan Kewarganegaraan : membahas tentang upaya pemerintah
mengatasi wabah
5.
Ekonomi :
membahas tentang dampak ekonomi akibat wabah
6.
Sosiologi :
membahas tentang perubahan sosial akibat wabah
7.
Geografi :
membahas tentang persebaran wabah secara geografis
8.
Bahasa Indonesia : membahas tentang sistematika penulisan
karya ilmiah
9.
Bahasa Inggris :
membuat abstrak makalah
10.
Matematika :
membahas tentang perkiraan penghitungan kenaikan jumlah korban pandemi
11.
Pelajaran lainnya : menyesuaikan
Bagi jenjang pendidikan yang lain
dan jurusan lain bisa menyesuaikan. Waktu pengerjaan bisa fleksibel namun tentu
dengan pembatasan penyelesaian pengerjaan sesuai dengan kemampuan peserta
didik. Misalnya projek makalah diselesaikan selama dua pekan. Selama dua pekan
itu, peserta didik bisa melakukan bimbingan bersama guru lewat daring setelah
sebelumnya melakukan janji terlebih dahulu. Bentuk projek pun bisa
divariasikan, misalnya projek poster, infografis, power point, video
pembelajaran, dsb.
Dengan metode IPS, pembelajaran diharapkan
bisa berlangsung dengan efektif. Kendala-kendala seperti yang telah disebutkan
di atas juga bisa diatasi. Kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir
sehingga pembelajaran bisa kembali berjalan seperti biasa.
