Thursday, 7 May 2020


INTEGRATED PROJECT STUDY DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Oleh Moh. A. Iskandar



Wabah covid-19 telah menjadi pandemi sejak pertama kali penyakit ini diumumkan di Wuhan Provinsi Hubei, Cina pada Desember 2019. Wabah ini kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Sejak diumumkan kasus pertama covid-19 pada 2 Maret 2020, pemerintah kemudian melakukan kebijakan antisipasi dengan menerapkan social distancing (jaga jarak sosial) dan physical distancing (jaga jarak fisik). Seluruh kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa dalam jumlah yang banyak dibatasi. Kebijakan ini berimbas kepada hampir semua kegiatan publik mulai dari bisnis, hiburan, perkantoran, hingga pendidikan. Sekolah menjadi salah satu yang terdampak kebijakan social distancing dan physical distancing. Kegiatan belajar mengajar pun harus dilakukan di rumah melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).
Pada awal pelaksananaannya, siswa dan guru cukup antusias terlibat dalam PJJ. Namun seiring berjalannya waktu kejenuhan timbul. Berbagai masalah pun muncul seperti kurangpahamnya guru dan peserta didik dalam penerapan PJJ, fokus pembelajaran yang hanya pada pemberian tugas, akses terbatas pada pembelajaran online, dan lain sebagainya. Ditambah lagi metode PJJ yang diterapkan masih menggunakan jam pelajaran sekolah yang kaku misalnya anak harus belajar mulai dari pukul 07.00 – 15.00, padahal kondisi di rumah setiap peserta didik berbeda-beda.
Jika hal ini terus berlanjut maka PJJ tidak bisa berlangsung secara efektif. Tujuan pembelajaran sulit dicapai. Pembelajaran online terkendala dengan akses internet dan keterbatasan sarana prasana. Pengerjaan tugas hanya jadi beban rutinitas yang membosankan. Sulit untuk mengatur waktu karena kondisi rumah dan sekolah pasti berbeda. Pendampingan peserta didik dari guru pun bisa jadi terkendala karena guru juga fokus untuk mendampingi anaknya di rumah.
Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas adalah dengan Integrated Project Study (IPS) yaitu pembelajaran berbasis projek secara terintegrasi. Metode pembelajaran ini memungkinkan seluruh mata pelajaran terintegrasi dalam satu projek. Dengan demikian guru dan peserta didik tidak terbebani oleh penugasan yang banyak. Bentuk projek bisa bermacam-macam tergantung dari kebutuhan atau tujuan yang akan dicapai.
Berikut adalah contoh projek makalah dengan tema Covid-19 untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas jurusan Sosial-Humaniora.
Mata pelajaran yang terintegrasi:
1.       Sejarah peminatan                          : membahas tentang sejarah pandemi
2.       Sejarah Indonesia                            : membahas tentang sejarah wabah di Indonesia
3.       Pendidikan Agama Islam               : membahas tentang sikap seorang muslim menghadapi wabah
4.       Pendidikan Kewarganegaraan    : membahas tentang upaya pemerintah mengatasi wabah
5.       Ekonomi                                              : membahas tentang dampak ekonomi akibat wabah
6.       Sosiologi                                              : membahas tentang perubahan sosial akibat wabah
7.       Geografi                                               : membahas tentang persebaran wabah secara geografis
8.       Bahasa Indonesia                             : membahas tentang sistematika penulisan karya ilmiah
9.       Bahasa Inggris                                   : membuat abstrak makalah
10.   Matematika                                       : membahas tentang perkiraan penghitungan kenaikan jumlah korban pandemi
11.   Pelajaran lainnya                              : menyesuaikan
Bagi jenjang pendidikan yang lain dan jurusan lain bisa menyesuaikan. Waktu pengerjaan bisa fleksibel namun tentu dengan pembatasan penyelesaian pengerjaan sesuai dengan kemampuan peserta didik. Misalnya projek makalah diselesaikan selama dua pekan. Selama dua pekan itu, peserta didik bisa melakukan bimbingan bersama guru lewat daring setelah sebelumnya melakukan janji terlebih dahulu. Bentuk projek pun bisa divariasikan, misalnya projek poster, infografis, power point, video pembelajaran, dsb.
Dengan metode IPS, pembelajaran diharapkan bisa berlangsung dengan efektif. Kendala-kendala seperti yang telah disebutkan di atas juga bisa diatasi. Kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir sehingga pembelajaran bisa kembali berjalan seperti biasa.

No comments:

Post a Comment