By Iskandar

Belajar di malam hari?
Buat anak-anak SMP dan SMA? Masa sih? Gimana caranya? Aman nggak ya!
Pertanyaan-pertanyaan tadi dan banyak pertanyaan lainnya muncul begitu saja
ketika konsep pembelajaran ini pertama kali diperkenalkan di SMP-SMA Mutiara
Bunda sejak tahun lalu tepatnya di tahun 2017. Movie Night merupakan sebuah konsep pembelajaran terpadu dan
terintegrasi bagi siswa SMP dan SMA melalui kegiatan nonton bareng yang
dilaksanakan pada sore hingga menjelang malam hari. Kegiatan movie night diadakan setiap satu tahun
sekali pada semester pertama oleh SAMBA (Student
Association of Mutiara Bunda – OSIS) SMA Mutiara Bunda sebagai panitia
penyelenggaranya. Konsep acara yang digelar memadukan berbagai rangkaian acara
mulai dari bazaar, karnaval dalam bentuk games
ketangkasan, pemaparan profil sekolah, live
music Islami dan tradisional hingga puncaknya nonton bareng film-film
terpilih yang dilaksanakan dari sore hingga menjelang malam hari. 
Tema kegiatan movie night pada tahun ini yaitu Having Fun On The Sunset, Together In The
Moonlight yang memiliki arti bergembira menikmati kermeriahan dan keceriaan
namun tetap menjalin silaturahim dalam kebersamaan. Seluruh siswa baik SMP maupun
SMA cukup antusias menikmati kegiatan ini. Hal ini terlihat dari semangat yang
luar biasa para siswa dalam mengikuti setiap acara, termasuk panitia. Mereka
telah bekerja dengan keras dan cerdas selama kurang lebih tiga minggu persiapan
mulai dari pembuatan konsep acara hingga pelaksanaan. Siswa SMP Mutiara Bunda
begitu menikmati seluruh rangkaian acara. Games
ketangkasan yang mereka ikuti seperti lempar botol, lempar bola ke dalam
lubang, panahan, dart, dan tantangan labirin membuat mereka
terkesan. Ditambah dengan bazaar yang diselenggarakan entrepreunership kelas 10
dan 11 serta jajanan khas foodtruck
semakin menambah kesan “having fun”
yang mereka dapatkan. Live music dan
pemaparan program pertukaran pelajar ke luar negeri dari siswa kelas 12 membuat
daya tarik tersendiri. Beberapa diantaranya bahkan berharap bisa turut
berpartisipasi menyemarakkan acara.
Menjelang maghrib
seluruh siswa berkumpul di lapangan futsal, dimana puncak acara nonton bareng
diselenggarakan. Setelah berwudlu dan sholat Maghrib berjamaah, acara nonton
bareng dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan sambutan dari Kepala
SMA Mutiara Bunda, ibu Lala Tansah. Sambil menikmati makan malam, mereka
disuguhi alunan indah dari gamelan dan angklung Arumba SMA Mutiara Bunda. Nonton
bareng dimulai setelah pelaksanaan sholat Isya hingga pukul 20.30 dengan dua film
pendek terbaik bernuansa Islami.

Nonton bareng dibuka
dengan pemutaran video profil SMA Mutiara Bunda yang dibuat oleh tim kreatif
siswa SMA Mutiara Bunda khususnya kelas 11. Film pertama yang ditayangkan yaitu
sebuah film animasi berjudul “Mudik”. Film ini merupakan nominasi film pendek
animasi terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2007. Film yang berdurasi 2
menit 45 detik ini digarap oleh tim Pijaru yang terdiri dari Calvin
Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsus Andre, dan Aditya Prabaswara. Film berkisah tentang seorang anak
dalam sebuah keluarga kecil yang melakukan perjalanan mudik lebaran menggunakan
mobil pribadi. Pada awalnya ia hanya terfokus memainkan gadgetnya selama perjalanan. Namun pada suatu kesempatan ketika gadgetnya mati karena kehabisan baterai,
ia melihat keluarga lain yang juga mudik menggunakan motor. Ia terkesan dengan
kehangatan keluarga pemudik tersebut. Meski mereka berdesakkan dalam satu motor
tetapi nampak keceriaan dan kegembiraan dalam perjalanan mudiknya. 

Film kedua berjudul “Cinta
Subuh” yang menceritakan kisah inspiratif seorang pemuda bernama Angga yang
menjalin hubungan dengan Ratih. Dalam kisah itu diceritakan hubungan Angga dan
Ratih putus karena Angga selalu terlambat mengerjakan Sholat Subuh. Ratih
mengatakan bahwa bagaimana ia bisa menjadi imam dalam rumah tangga jika untuk
mengatur dirinya agar bisa Sholat Subuh tepat pada waktunya saja ia tidak bisa.
Permasalahan Angga semakin bertambah ketika ayahnya memutuskan untuk tidak lagi
membantu keuangan Angga. Ia pun mulai merenung bahwa bisa jadi kesalahannya itu
karena ia sering Sholat Subuh tidak tepat waktu. Ia pun meminta bantuan teman
sekosannya yang rajin melaksanakan Sholat Subuh untuk menuntunnya melaksanakan
Sholat Subuh tepat waktu. Meski pada awalnya berat namun setelah istiqomah
dijalani, Angga bisa melakukannya secara mandiri. Sejak saat itu, kehidupannya
berubah. Berbagai kemudahan ia dapatkan termasuk mendapat pekerjaan yang baik.
Setelah ia merasa mapan, Angga pun melamar Ratih dan akhirnya Ratih dan kedua
orangtuanya menyetujui hubungan mereka.
Kedua film inspiratif
ini cukup tepat dan layak untuk ditonton bagi remaja seusia mereka. Dari kedua
film tersebut, siswa diharapkan bisa mengubah cara pandang mereka tentang
pemakaian gadget dan hubungan dengan
lawan jenis serta mencintai Sholat Subuh sebagai bekal dalam menjalani
kehidupan. Melalui acara nonton bareng ini pula bisa terjalin silaturahmi yang
baik antara siswa SMP dan SMA.
Konsep Pembelajaran dalam Movie Night
Tidak hanya sebatas memberikan kemeriahan dan rutinitas belaka, acara Movie Night memiliki konsep
pembelajaran yang atraktif, aplikatif, dan menyenangkan bagi siswa dan guru.
Seluruh rangkaian kegiatan yang diserahkan sepenuhnya kepada siswa merupakan
konsep pembelajaran aktif dan mandiri. Siswa yang tergabung dalam kepanitian
sebagai penyelenggara, bisa belajar tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah even melalui proses pengorganisasian dan
manajemen yang baik. Siswa yang tergabung dalam kegiatan bazaar, mereka bisa
belajar tentang entreupreuneurship, diantaranya: pembuatan produk, pemasaran,
sistem transkaksi jual beli, menyusun laporan laba rugi dsb. Siswa yang
tergabung dalam pelaksana games, bisa belajar beberapa ilmu fisika melalui games lempar botol, lempar bola ke dalam
lubang, dart, dan panahan. Mereka
juga belajar tentang kerja sama dan kekompakan tim dalam games labirin.
Melalui kegiatan live music, gamelan dan alunan angklung
Arumba, siswa mempelajari seni-budaya, khususnya budaya lokal Jawa Barat. Siswa
yang ditunjuk menjadi MC untuk memandu acara nonton bareng, setidaknya mereka
belajar memahami materi public speaking.
Dari film yang ditayangkan, seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa film
ini merupakan film pendek Islami, maka diharapkan siswa memiliki semangat
keislaman yang lebih baik. Terlebih film sebenarnya bisa menjadi media
pembelajaran yang efektif bagi siswa. Sumber foto: Koleksi Pribadi Tim Movie Night
Sumber foto film Mudik dan Cinta Subuh: https://entertainment.kompas.com/read/2017/10/06/131407510/film-animasi-pendek-mudik-karya-pijaru-masuk-nominasi-ffi-2017 dan https://www.gomuslim.co.id/read/komunitas/2016/05/30/495/berawal-dari-cinta-subuh-sebarkan-nilai-islam-melalui-audio-visual.html
















