Wednesday, 12 September 2018

Movie Night: Konsep Pembelajaran Terpadu dengan Nonton Bareng


By Iskandar

Belajar di malam hari? Buat anak-anak SMP dan SMA? Masa sih? Gimana caranya? Aman nggak ya! Pertanyaan-pertanyaan tadi dan banyak pertanyaan lainnya muncul begitu saja ketika konsep pembelajaran ini pertama kali diperkenalkan di SMP-SMA Mutiara Bunda sejak tahun lalu tepatnya di tahun 2017. Movie Night merupakan sebuah konsep pembelajaran terpadu dan terintegrasi bagi siswa SMP dan SMA melalui kegiatan nonton bareng yang dilaksanakan pada sore hingga menjelang malam hari. Kegiatan movie night diadakan setiap satu tahun sekali pada semester pertama oleh SAMBA (Student Association of Mutiara Bunda – OSIS) SMA Mutiara Bunda sebagai panitia penyelenggaranya. Konsep acara yang digelar memadukan berbagai rangkaian acara mulai dari bazaar, karnaval dalam bentuk games ketangkasan, pemaparan profil sekolah, live music Islami dan tradisional hingga puncaknya nonton bareng film-film terpilih yang dilaksanakan dari sore hingga menjelang malam hari.




     Tema kegiatan movie night pada tahun ini yaitu Having Fun On The Sunset, Together In The Moonlight yang memiliki arti bergembira menikmati kermeriahan dan keceriaan namun tetap menjalin silaturahim dalam kebersamaan. Seluruh siswa baik SMP maupun SMA cukup antusias menikmati kegiatan ini. Hal ini terlihat dari semangat yang luar biasa para siswa dalam mengikuti setiap acara, termasuk panitia. Mereka telah bekerja dengan keras dan cerdas selama kurang lebih tiga minggu persiapan mulai dari pembuatan konsep acara hingga pelaksanaan. Siswa SMP Mutiara Bunda begitu menikmati seluruh rangkaian acara. Games ketangkasan yang mereka ikuti seperti lempar botol, lempar bola ke dalam lubang, panahan,  dart, dan tantangan labirin membuat mereka terkesan. Ditambah dengan bazaar yang diselenggarakan entrepreunership kelas 10 dan 11 serta jajanan khas foodtruck semakin menambah kesan “having fun” yang mereka dapatkan. Live music dan pemaparan program pertukaran pelajar ke luar negeri dari siswa kelas 12 membuat daya tarik tersendiri. Beberapa diantaranya bahkan berharap bisa turut berpartisipasi menyemarakkan acara.
  

Menjelang maghrib seluruh siswa berkumpul di lapangan futsal, dimana puncak acara nonton bareng diselenggarakan. Setelah berwudlu dan sholat Maghrib berjamaah, acara nonton bareng dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan sambutan dari Kepala SMA Mutiara Bunda, ibu Lala Tansah. Sambil menikmati makan malam, mereka disuguhi alunan indah dari gamelan dan angklung Arumba SMA Mutiara Bunda. Nonton bareng dimulai setelah pelaksanaan sholat Isya hingga pukul 20.30 dengan dua film pendek terbaik bernuansa Islami.
Nonton bareng dibuka dengan pemutaran video profil SMA Mutiara Bunda yang dibuat oleh tim kreatif siswa SMA Mutiara Bunda khususnya kelas 11. Film pertama yang ditayangkan yaitu sebuah film animasi berjudul “Mudik”. Film ini merupakan nominasi film pendek animasi terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2007. Film yang berdurasi 2 menit 45 detik ini digarap oleh tim Pijaru yang terdiri dari Calvin Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsus Andre, dan Aditya Prabaswara. Film berkisah tentang seorang anak dalam sebuah keluarga kecil yang melakukan perjalanan mudik lebaran menggunakan mobil pribadi. Pada awalnya ia hanya terfokus memainkan gadgetnya selama perjalanan. Namun pada suatu kesempatan ketika gadgetnya mati karena kehabisan baterai, ia melihat keluarga lain yang juga mudik menggunakan motor. Ia terkesan dengan kehangatan keluarga pemudik tersebut. Meski mereka berdesakkan dalam satu motor tetapi nampak keceriaan dan kegembiraan dalam perjalanan mudiknya.   

Film kedua berjudul “Cinta Subuh” yang menceritakan kisah inspiratif seorang pemuda bernama Angga yang menjalin hubungan dengan Ratih. Dalam kisah itu diceritakan hubungan Angga dan Ratih putus karena Angga selalu terlambat mengerjakan Sholat Subuh. Ratih mengatakan bahwa bagaimana ia bisa menjadi imam dalam rumah tangga jika untuk mengatur dirinya agar bisa Sholat Subuh tepat pada waktunya saja ia tidak bisa. Permasalahan Angga semakin bertambah ketika ayahnya memutuskan untuk tidak lagi membantu keuangan Angga. Ia pun mulai merenung bahwa bisa jadi kesalahannya itu karena ia sering Sholat Subuh tidak tepat waktu. Ia pun meminta bantuan teman sekosannya yang rajin melaksanakan Sholat Subuh untuk menuntunnya melaksanakan Sholat Subuh tepat waktu. Meski pada awalnya berat namun setelah istiqomah dijalani, Angga bisa melakukannya secara mandiri. Sejak saat itu, kehidupannya berubah. Berbagai kemudahan ia dapatkan termasuk mendapat pekerjaan yang baik. Setelah ia merasa mapan, Angga pun melamar Ratih dan akhirnya Ratih dan kedua orangtuanya menyetujui hubungan mereka.
Kedua film inspiratif ini cukup tepat dan layak untuk ditonton bagi remaja seusia mereka. Dari kedua film tersebut, siswa diharapkan bisa mengubah cara pandang mereka tentang pemakaian gadget dan hubungan dengan lawan jenis serta mencintai Sholat Subuh sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Melalui acara nonton bareng ini pula bisa terjalin silaturahmi yang baik antara siswa SMP dan SMA.

Konsep Pembelajaran dalam Movie Night

Tidak hanya sebatas memberikan kemeriahan dan rutinitas belaka, acara Movie Night memiliki konsep pembelajaran yang atraktif, aplikatif, dan menyenangkan bagi siswa dan guru. Seluruh rangkaian kegiatan yang diserahkan sepenuhnya kepada siswa merupakan konsep pembelajaran aktif dan mandiri. Siswa yang tergabung dalam kepanitian sebagai penyelenggara, bisa belajar tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah even melalui proses pengorganisasian dan manajemen yang baik. Siswa yang tergabung dalam kegiatan bazaar, mereka bisa belajar tentang entreupreuneurship, diantaranya: pembuatan produk, pemasaran, sistem transkaksi jual beli, menyusun laporan laba rugi dsb. Siswa yang tergabung dalam pelaksana games, bisa belajar beberapa ilmu fisika melalui games lempar botol, lempar bola ke dalam lubang, dart, dan panahan. Mereka juga belajar tentang kerja sama dan kekompakan tim dalam games labirin.
Melalui kegiatan live music, gamelan dan alunan angklung Arumba, siswa mempelajari seni-budaya, khususnya budaya lokal Jawa Barat. Siswa yang ditunjuk menjadi MC untuk memandu acara nonton bareng, setidaknya mereka belajar memahami materi public speaking. Dari film yang ditayangkan, seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa film ini merupakan film pendek Islami, maka diharapkan siswa memiliki semangat keislaman yang lebih baik. Terlebih film sebenarnya bisa menjadi media pembelajaran yang efektif bagi siswa.       

Sumber foto: Koleksi Pribadi Tim Movie Night
Sumber foto film Mudik dan Cinta Subuh: https://entertainment.kompas.com/read/2017/10/06/131407510/film-animasi-pendek-mudik-karya-pijaru-masuk-nominasi-ffi-2017 dan https://www.gomuslim.co.id/read/komunitas/2016/05/30/495/berawal-dari-cinta-subuh-sebarkan-nilai-islam-melalui-audio-visual.html

Thursday, 30 August 2018

Punten Pak! Salah Kelas……


gambar diambil dari: http://publicspeaking.co.id/salah-satu-permasalahan-guru-saat-mengajar-di-dalam-atau-luar-kelas/
By Iskandar
                Hari ini adalah hari pertama saya mulai mengajar di kelas dua belas. Kelas yang kata sebagaian besar guru di sekolah ini adalah kelas dengan siswa paling aktif di dunia dan akhirat. Dianggap paling aktif karena setiap siswa di kelas ini tidak ada yang memiliki prinsip “diam itu emas”. Menurut pendapat mereka “kalo diam itu emas maka tidak diam itu berarti berlian yang harganya berkali-kali lipat daripada emas”. Karena itu, tidak ada satu siswa pun di kelas ini yang duduk-diam-dengar kemudian tidur sebagaimana layaknya ketika mendengar pidato dari para pejabat atau calon legislatif yang ngomongin janji-janji palsu. Pokonya kalau ada siswa yang diam di kelas ini maka guru kelas harus segera menelpon ambulan atau dokter terdekat untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan siswa tersebut. Atau patut diduga sang siswa sedang putus sama pacarnya yang kemudian termenung memikirkan langkah selanjutnya yang lebih berani daripada sekedar minum racun serangga. Langkah berani itu diantaranya minum es cendol Elizabeth yang terkenal enak dan nikmat walaupun sudah kadaluarsa.
                Di kelas dua belas ini ada saja yang dikerjakan siswa mulai dari ngobrol, lari-lari di kelas, bernyanyi (walau pun banyak orang -ketika ada siswa dikelas ini menyanyi- tidak bisa membedakan antara suara nyanyian dengan suara gelas pecah), nyuci baju, nyetrika, bikin sumur, balap motor, maen bola, bahkan Perang Dunia ke-3 pun mungkin bisa dilakukan di kelas ini. Jadi wajar saja kalau guru-guru yang kurang siap dengan perlengkapan perangnya seperti rompi anti peluru dan rudal, ketika selesai mengajar di kelas ini akan keluar dengan kepala berasap dan baju compang-camping. Untuk itu para guru senior sering memberikan tips masuk kelas 12, diantaranya:
1.       mandi sebelum berangkat kerja
2.       jangan lupa gosok gigi
3.       pakai helm jika berkendara menggunakan motor dan lengkapi dengan surat-surat jika khawatir di tilang bapak polisi serta taati peraturan lalu lintas
4.       makanlah makanan bergizi dan imunisasi
5.       kalau tidak kuat segera pergi ke toilet jangan ditahan apalagi cuman melambaikan tangan ke kamera bisa-bisa kedodoran di jalan
6.       berdoa dan berpasrah diri kepada Allah Swt (hadirin silakan berdiri dan berikan tepuk tangan untuk tips yang satu ini!)
Sebagai seorang guru yang belum berpengalaman, hari pertama mengajar adalah kesan pertama yang tentu akan dikenang baik oleh guru maupun para siswa. Jadi, saya pun mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya seluruh pelengkapan mengajar mulai dari kunci inggris, obeng kembang, semen 1 sak, batu bata satu truk, sekop, ram kawat, dan genteng jatiwangi (eh maaf, ini sebenarnya peralatan bangun rumah bukan buat mengajar di sekolah…..sekali lagi maaf…..salah ketik). Tapi yang pasti bagi saya, guru itu harus mempersiapkan ATK (ATK jangan diartikan Alat Tukang Kebun).
Siaaapp!!! Tiba waktu mengajar. Ruangan kelas dua belas terlihat begitu menyeramkan jika dilihat dari dunia ghaib (untungnya saya tidak hidup di dunia ghaib). Melewati lorong, lembah, ngarai, gunung berapi, Samudera Pasifik, jembatan rotan yang hampir putus talinya, flying fox dengan jarak tempuh 250 km/jam, tidak ketinggalan berbagai binatang buas mulai dari ular derik, tarantula berkaki delapan, hingga T-Rex dengan tinggi enam belas kaki serta buaya darat yang siap memangsa siapapun karena mereka tidak makan selama empat tahun terakhir akibat dari melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok merupakan rintangan yang tidak mudah untuk ditaklukan.
Layaknya seorang guru sejati, semua itu tidaklah membuat ciut nyali. Bahkan sebesar apapun rintangan yang dihadapi justru membuat diri ini semakin termotivasi. Gunung yang tinggi kan ku daki, lautan luas ku seberangi, tidak lain semuanya itu untuk mereka, para pemuda harapan bangsa, calon-calon pemimpin di masa depan (silakan hadirin boleh berdiri lagi untuk memberi applaus). Untuk itu, sebagaimana pepatah mengatakan “jauh di jugjug anggang di teang, ka cai jadi saleuwi ka darat jadi sa logak, mens sana incorpore sano, ai wa subete ni uchikatsu (jangan diartikan cihcken katsu), urieui enidoga urieui hyeonsireul mandeunda (ini bahasa Korea tapi bukan kata Kim Jong Il) udahlah saya simpulkan saja artinya “Ayo Kita Belajar”. Karena pepatah ini pula langkah saya pun semakin mantap.
Medan perang di depan sudah mulai nampak. Dentuman bom dan desingan peluru semakin kencang terdengar ketika mulai tiba di depan pintu kelas dua belas. Inilah perang sesungguhnya. Ku buka dengan secepat kilat pintu kelas dan ku teriakan salam “Assalamualaikum……..anak-anak!!!!”.
Tiba-tiba suasana hening seketika………………….wah luar biasa!!! Teriakan ku menghentikan seluruh kekacauan ini. Ternyata kehororan kelas dua belas yang selama ini digembor-gemborkan media mainstream hanyalah isapan jempol semata.
Saya pun semakin percaya diri. Berdiri di depan kelas dengan gagahnya.
“Silakan keluarkan buku Geografi kalian! Hari ini kita akan mempelajari bentuk-bentuk permukaan bumi dan fenomenanya, terutama di bumi Indonesia kita tercinta!”
Para siswa mungkin masih takjub dengan sosok yang ada dihadapan mereka. Terlihat dari mimik wajah mereka yang hanya bengong saja ketika saya meminta mereka mengeluarkan buku pelajaran.
Sesaat kemudian seorang siswa maju ke depan, ia bertanya sambil berbisik, “Pak, bapak guru Geografi?”
“Iya”, jawab saya tegas.
“Oh maaf pak, bapak salah kelas. Ini kelas memasak, pelajaran Geografi di kelas sebelah pak!”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Krik! Krik! Krik!


“Kenapa nggak ngasih tau dari tadi? Makanya kalo ini kelas memasak harusnya bawa kompor gas masing-masing. Paham!!! Iya sudah kalau begitu bapak mohon pamit karena masih harus mengajar di kelas lain. Selamat Pagi!!!”
…………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Inti cerita: Buat seluruh guru harap mengecek lagi kelas mana yang Anda masuki. Siapa tau kelas yang Anda masuki adalah kelas menjahit. Salam Guru Pembelajar!!!         
                 

Saturday, 19 May 2018

Google Class di Eduplex Dago
19 Mei 2018


Pergi sendirian, ternyata di sini saya tergabung dg sekitar 70 orang lainnya. Kesemuanya punya semangat belajar tinggi, khususnya digital knowledge. Hari ini kami belajar tentang youtube, main game di kahoot.it, dan belajar buat dan posting pakai blogger.

Ramadhan, belajar,  silaturahim, sepertinya jadi keywords tepat untuk sore ini.

Eh, iya, ini sebagian peserta yang ikut bersama saya. Kami ambil foto pada saat istirahat 😅

Jadi penasaran dg konten pelatihan besok.. 😍

Tuesday, 30 January 2018

MUTBUN FUTSAL CUP 2018: SEMANGAT, KEMERIAHAN, DAN KEBERSAMAAN

By Iskandar

                Pada hari Sabtu – Minggu, 20 – 22 Januari 2018 dilaksanakan sebuah even besar tahunan bertema Mutbun Futsal Cup 2018 di SMA Mutiara Bunda. Kegiatan ini adalah sebuah ajang kompetisi olah raga futsal yang melibatkan siswa SMP se-Kota Bandung. Antusiasme para siswa ternyata cukup besar terbukti dari banyaknya peserta yang ingin berpartisipasi dalam even olah raga tahunan ini. Mengingat dan menimbang waktu yang tersedia cukup terbatas maka dari sekian banyak sekolah yang mendaftar terpilihlah 24 tim futsal SMP dari 20 SMP Negeri dan swasta. Sebenarnya jumlah peserta pada kompetisi tahun ini bertambah dari yang sebelumnya hanya berjumlah 16 tim.
                Kemeriahan dan atmosfer kompetisi telah terlihat sejak pertandingan pertama dimulai yang mempertemukan SMP 4B melawan SMP Al-Hadi. Aroma persaingan antar peserta ditunjukkan dengan pertunjukkan skill para pemain di lapangan hijau. Saling rebut, saling jegal, dan saling cetak gol dengan diwarnai beberapa insiden pelanggaran kerap kali mewarnai setiap pertandingannya. Namun sampai akhir pertandingan tetap menjaga sportivitasnya dengan menghormati satu sama lain didukung dengan ketegasan wasit dalam memimpin pertandingan.

                Kemeriahan even ini tidak hanya terjadi di lapangan hijau semata. Adanya Foodtruck dan bazaar entrepreunership SMA Mutiara Bunda turut pula menjadi daya tarik tersendiri dengan menyuguhkan berbagai makanan khas yang menarik selera sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati acara hingga tuntas. Keseluruhan acara ini dikelola sepenuhnya oleh siswa kelas X SMA Mutiara Bunda dengan dibimbing oleh beberapa koordinator dari kelas XI dan XII.
                Acara dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Mutiara Bunda, Ibu Lala Tansah, dengan melakukan tendangan pertama yang menandai dimulainya kompetisi. Sebanyak 32 pertandingan dimainkan mulai dari penyisihan grup hingga partai final. Aroma persaingan yang cukup panas di dalam lapangan begitu terasa ditambah dengan dukungan suporter dari sekolah masing-masing dengan berbagai bentuk kreativitas. Bahkan suporter dari SMP 45 menunjukkan atraksi yang menarik layaknya suporter-suporter klub-klub sepak bola profesional. Dan kreativitas mereka patut mendapat acungan jempol.

                Pada partai puncak yang mempertemukan SMP 4 sebagai juara bertahan melawan SMP 53, menjadi klimaks yang luar biasa. Suporter dari kedua tim dikerahkan untuk memberikan semangat membara. Begitu pula datang dukungan suporter dari siswa SMA Mutiara Bunda yang mendukung kedua tim agar bisa keluar sebagai pemenang. Meski sempat panas dengan beberapa insiden pelanggaran dan emosi namun hingga pertandingan usai suasana masih terkendali.         

Semua kemeriahan yang terjadi tentu bukan menjadi tujuan utama dari Mutbun Futsal Cup 2018. Lebih dari itu, even ini diharapkan menjadi ajang munculnya bibit-bibit pemain futsal profesional yang bisa mengharumkan nama bangsa. Selain itu ajang ini pula dapat menjadi kegiatan silaturahmi antar sekolah pada jenjang SMP dan khususnya dengan SMA Mutiara Bunda selaku pihak penyelenggara. Apresiasi dan penghargaan patut disampaikan kepada para panitia dari kelas X dan kelas XI yang telah bekerja keras dan cerdas sehingga kegiatan in  berlangsung dengan baik. Tidak lupa pula kepada para guru yang memberikan bimbingan serta arahan yang positif, terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Good Job Team! 
  

Wednesday, 3 January 2018

MEMAKSIMALKAN POTENSI REMAJA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT

By
Mohamad A. Iskandar, S. S.

Pendidikan dan Keterampilan Masa Depan        
                Pendidikan masa kini dan masa yang akan datang adalah pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yakni dewasa, mandiri, berpengetahuan, berkompetensi, dan memiliki sikap religius serta etika sosial yang tinggi. Selain itu, sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu berdaya saing secara global tanpa meninggalkan ciri khasnya bahkan memiliki kepercayaan diri tinggi dengan budaya dan kearifan lokalnya.
Keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki seseorang di masa yang akan datang diantaranya: Pertama, keterampilan sosial dan interpersonal. Keterampilan sosial dan interpersonal dimaksudkan bahwa seseorang memiliki serangkaian keterampilan yang memungkinkan untuk berkomunikasi, berhubungan, dan bersosialisasi dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal. Kedua, keterampilan berbagi dan bernegosiasi yaitu mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain dengan mencakup mendengarkan, memahami dan memperoleh informasi, analisis terhadap informasi, membangun dan memelihara relasi, serta menolong orang lain. Selain itu dalam keterampilan ini mencakup juga kemampuan bernegosiasi dan berbagi terhadap sesama. Ketiga, keterampilan belajar yaitu keterampilan beradaptasi dan belajar dengan cepat  sehingga ia tidak menemui kesulitan dalam menghadapai berbagai situasi dan kondisi yang terjadi pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Permasalahan Psikologis Remaja
Secara psikologis, remaja memiliki latar belakang sebagai berikut. Pertama, kurang peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Remaja yang sedang mengalami fase perkembangan psikologisnya mungkin masih terfokus mengetahui siapa dirinya. Karena itu, remaja cenderung lebih memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya serta sedang dalam pencarian jati diri. Hal ini menjadikan remaja seolah kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Kedua, remaja yang masih dalam pencarian jati diri cenderung kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat. Karena kekurangmampuan beradaptasi itu, kadang ketika seorang remaja melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku masyarakat akan menganggapnya sebagai bentuk pelanggaran atau penyimpangan terhadap kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Sebagai contoh, bagi masyarakat Sunda, berjalan melewati orang lain atau yang lebih tua harus membungkukkan badan sambil mengucapkan “punten”. Namun saat ini, banyak remaja yang tidak melakukan hal itu. Hal ini bisa jadi karena kebiasaan, tidak memahami, keengganan, atau kurang bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat tersebut.
Ketiga, perilaku individualis dan hedonis. Budaya yang sebenarnya datang dari luar ini memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan remaja saat ini. Budaya yang hanya mementingkan diri sendiri dan kecenderungan mempergunakan waktu/kesempatan untuk mencari kesenangan semata tentu tidak sejalan dengan tujuan eksistensi manusia sesungguhnya. Manusia diciptakan sebenarnya adalah untuk beribadah salah satunya melalui kebermanfaatan. Karena itu, manusia seharusnya peduli dan menggunakan waktu/kesempatan yang ada untuk hal-hal yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain sebagai salah satu bentuk ibadah.
Keempat, perubahan jaman yang begitu cepat menuntut manusia untuk bekerja secara cepat untuk segera memperoleh hasil yang diharapkan/diinginkan. Hal ini yang mendorong manusia melakukan segala sesuatu serba instan melalui jalan pintas tanpa mempedulikan proses yang harus dilalui. Akhirnya yang terjadi adalah manusia melakukan sesuatu hanya berorientasi pada hasil bukan pada proses. Padahal sebuah proses diperlukan agar manusia memaksimalkan seluruh potensi yang ada pada dirinya. Ini pula yang terjadi pada remaja saat ini.

Pendidikan Berbasis Lingkungan dan Masyarakat Untuk Memaksimalkan Potensi Remaja
Secara kognitif, pada diri remaja terdapat potensi berpikir yang baik diantaranya: secara intelektual remaja awal dapat berpikir logis tentang gagasan abstrak, berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah. Remaja juga sudah hampir mampu menggunakan abstraksi-abstraksi dan membedakan yang konkrit dengan yang abstrak. Secara psikologis, remaja sudah mampu berperilaku tidak hanya mengejar kepuasan fisik semata tetapi meningkat pada rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain. Secara sosial, remaja sudah memiliki perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain dan menjalin pertemanan. Disamping beberapa hal potensi di atas remaja juga memiliki potensi sikap yang cukup rawan yaitu comformity (kecenderungan mudah menyerah dan mengikuti teman sebaya). 
Fungsi pendidikan adalah untuk memaksimalkan kemampuan/potensi dari setiap individu sehingga potensi itu menjadi sesuatu yang berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain. Untuk itu, pendidikan sudah sepatutnya bukan hanya untuk mengejar kecerdasan intelektualitas semata tetapi lebih dari itu menjadikan setiap individu berdaya guna dan bermanfaat bagi sesama. Maka untuk menjalankan fungsi ini perlu adanya suatu rancangan pembelajaran yang bisa mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki setiap individu tanpa terkecuali.
Pendidikan berbasis lingkungan dan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi setiap individu. Pendidikan berbasis lingkungan dan masyarakat merupakan pembelajaran dengan metode pendekatan lingkungan dan masyarakat sebagai sasaran, sumber dan sarana belajar. Model pendidikan ini merupakan pembelajaran aplikasi langsung dengan melakukan pengamatan/observasi, pendataan dan analisis fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan dan masyarakat setempat. Kegiatan pembelajaran ini dalam rangka mengeksplorasi masyarakat dan lingkungan sehingga pengetahuan yang didapatkan, lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan lebih jauh, dengan mengetahui permasalahan yang terjadi di lingkungan dan masyarakat, para siswa mampu memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut. Dengan metode pembelajaran seperti ini, kita harapkan tumbuh sikap peka, peduli, adaptif, dan solutif. 
Artikel ini dapat dilihat juga di: http://mohamadiskandar72.blogspot.co.id