Tuesday, 30 January 2018

MUTBUN FUTSAL CUP 2018: SEMANGAT, KEMERIAHAN, DAN KEBERSAMAAN

By Iskandar

                Pada hari Sabtu – Minggu, 20 – 22 Januari 2018 dilaksanakan sebuah even besar tahunan bertema Mutbun Futsal Cup 2018 di SMA Mutiara Bunda. Kegiatan ini adalah sebuah ajang kompetisi olah raga futsal yang melibatkan siswa SMP se-Kota Bandung. Antusiasme para siswa ternyata cukup besar terbukti dari banyaknya peserta yang ingin berpartisipasi dalam even olah raga tahunan ini. Mengingat dan menimbang waktu yang tersedia cukup terbatas maka dari sekian banyak sekolah yang mendaftar terpilihlah 24 tim futsal SMP dari 20 SMP Negeri dan swasta. Sebenarnya jumlah peserta pada kompetisi tahun ini bertambah dari yang sebelumnya hanya berjumlah 16 tim.
                Kemeriahan dan atmosfer kompetisi telah terlihat sejak pertandingan pertama dimulai yang mempertemukan SMP 4B melawan SMP Al-Hadi. Aroma persaingan antar peserta ditunjukkan dengan pertunjukkan skill para pemain di lapangan hijau. Saling rebut, saling jegal, dan saling cetak gol dengan diwarnai beberapa insiden pelanggaran kerap kali mewarnai setiap pertandingannya. Namun sampai akhir pertandingan tetap menjaga sportivitasnya dengan menghormati satu sama lain didukung dengan ketegasan wasit dalam memimpin pertandingan.

                Kemeriahan even ini tidak hanya terjadi di lapangan hijau semata. Adanya Foodtruck dan bazaar entrepreunership SMA Mutiara Bunda turut pula menjadi daya tarik tersendiri dengan menyuguhkan berbagai makanan khas yang menarik selera sehingga membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati acara hingga tuntas. Keseluruhan acara ini dikelola sepenuhnya oleh siswa kelas X SMA Mutiara Bunda dengan dibimbing oleh beberapa koordinator dari kelas XI dan XII.
                Acara dibuka secara langsung oleh Kepala SMA Mutiara Bunda, Ibu Lala Tansah, dengan melakukan tendangan pertama yang menandai dimulainya kompetisi. Sebanyak 32 pertandingan dimainkan mulai dari penyisihan grup hingga partai final. Aroma persaingan yang cukup panas di dalam lapangan begitu terasa ditambah dengan dukungan suporter dari sekolah masing-masing dengan berbagai bentuk kreativitas. Bahkan suporter dari SMP 45 menunjukkan atraksi yang menarik layaknya suporter-suporter klub-klub sepak bola profesional. Dan kreativitas mereka patut mendapat acungan jempol.

                Pada partai puncak yang mempertemukan SMP 4 sebagai juara bertahan melawan SMP 53, menjadi klimaks yang luar biasa. Suporter dari kedua tim dikerahkan untuk memberikan semangat membara. Begitu pula datang dukungan suporter dari siswa SMA Mutiara Bunda yang mendukung kedua tim agar bisa keluar sebagai pemenang. Meski sempat panas dengan beberapa insiden pelanggaran dan emosi namun hingga pertandingan usai suasana masih terkendali.         

Semua kemeriahan yang terjadi tentu bukan menjadi tujuan utama dari Mutbun Futsal Cup 2018. Lebih dari itu, even ini diharapkan menjadi ajang munculnya bibit-bibit pemain futsal profesional yang bisa mengharumkan nama bangsa. Selain itu ajang ini pula dapat menjadi kegiatan silaturahmi antar sekolah pada jenjang SMP dan khususnya dengan SMA Mutiara Bunda selaku pihak penyelenggara. Apresiasi dan penghargaan patut disampaikan kepada para panitia dari kelas X dan kelas XI yang telah bekerja keras dan cerdas sehingga kegiatan in  berlangsung dengan baik. Tidak lupa pula kepada para guru yang memberikan bimbingan serta arahan yang positif, terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan. Good Job Team! 
  

Wednesday, 3 January 2018

MEMAKSIMALKAN POTENSI REMAJA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT

By
Mohamad A. Iskandar, S. S.

Pendidikan dan Keterampilan Masa Depan        
                Pendidikan masa kini dan masa yang akan datang adalah pendidikan yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yakni dewasa, mandiri, berpengetahuan, berkompetensi, dan memiliki sikap religius serta etika sosial yang tinggi. Selain itu, sumber daya manusia yang berkualitas adalah sumber daya manusia yang mampu berdaya saing secara global tanpa meninggalkan ciri khasnya bahkan memiliki kepercayaan diri tinggi dengan budaya dan kearifan lokalnya.
Keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki seseorang di masa yang akan datang diantaranya: Pertama, keterampilan sosial dan interpersonal. Keterampilan sosial dan interpersonal dimaksudkan bahwa seseorang memiliki serangkaian keterampilan yang memungkinkan untuk berkomunikasi, berhubungan, dan bersosialisasi dengan orang lain baik secara verbal maupun nonverbal. Kedua, keterampilan berbagi dan bernegosiasi yaitu mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain dengan mencakup mendengarkan, memahami dan memperoleh informasi, analisis terhadap informasi, membangun dan memelihara relasi, serta menolong orang lain. Selain itu dalam keterampilan ini mencakup juga kemampuan bernegosiasi dan berbagi terhadap sesama. Ketiga, keterampilan belajar yaitu keterampilan beradaptasi dan belajar dengan cepat  sehingga ia tidak menemui kesulitan dalam menghadapai berbagai situasi dan kondisi yang terjadi pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Permasalahan Psikologis Remaja
Secara psikologis, remaja memiliki latar belakang sebagai berikut. Pertama, kurang peka dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Remaja yang sedang mengalami fase perkembangan psikologisnya mungkin masih terfokus mengetahui siapa dirinya. Karena itu, remaja cenderung lebih memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya serta sedang dalam pencarian jati diri. Hal ini menjadikan remaja seolah kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya.
Kedua, remaja yang masih dalam pencarian jati diri cenderung kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan masyarakat. Karena kekurangmampuan beradaptasi itu, kadang ketika seorang remaja melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku masyarakat akan menganggapnya sebagai bentuk pelanggaran atau penyimpangan terhadap kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Sebagai contoh, bagi masyarakat Sunda, berjalan melewati orang lain atau yang lebih tua harus membungkukkan badan sambil mengucapkan “punten”. Namun saat ini, banyak remaja yang tidak melakukan hal itu. Hal ini bisa jadi karena kebiasaan, tidak memahami, keengganan, atau kurang bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat tersebut.
Ketiga, perilaku individualis dan hedonis. Budaya yang sebenarnya datang dari luar ini memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan remaja saat ini. Budaya yang hanya mementingkan diri sendiri dan kecenderungan mempergunakan waktu/kesempatan untuk mencari kesenangan semata tentu tidak sejalan dengan tujuan eksistensi manusia sesungguhnya. Manusia diciptakan sebenarnya adalah untuk beribadah salah satunya melalui kebermanfaatan. Karena itu, manusia seharusnya peduli dan menggunakan waktu/kesempatan yang ada untuk hal-hal yang bermanfaat tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain sebagai salah satu bentuk ibadah.
Keempat, perubahan jaman yang begitu cepat menuntut manusia untuk bekerja secara cepat untuk segera memperoleh hasil yang diharapkan/diinginkan. Hal ini yang mendorong manusia melakukan segala sesuatu serba instan melalui jalan pintas tanpa mempedulikan proses yang harus dilalui. Akhirnya yang terjadi adalah manusia melakukan sesuatu hanya berorientasi pada hasil bukan pada proses. Padahal sebuah proses diperlukan agar manusia memaksimalkan seluruh potensi yang ada pada dirinya. Ini pula yang terjadi pada remaja saat ini.

Pendidikan Berbasis Lingkungan dan Masyarakat Untuk Memaksimalkan Potensi Remaja
Secara kognitif, pada diri remaja terdapat potensi berpikir yang baik diantaranya: secara intelektual remaja awal dapat berpikir logis tentang gagasan abstrak, berfungsinya kegiatan kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah. Remaja juga sudah hampir mampu menggunakan abstraksi-abstraksi dan membedakan yang konkrit dengan yang abstrak. Secara psikologis, remaja sudah mampu berperilaku tidak hanya mengejar kepuasan fisik semata tetapi meningkat pada rasa diterima, dihargai, dan penilaian positif dari orang lain. Secara sosial, remaja sudah memiliki perkembangan kemampuan untuk memahami orang lain dan menjalin pertemanan. Disamping beberapa hal potensi di atas remaja juga memiliki potensi sikap yang cukup rawan yaitu comformity (kecenderungan mudah menyerah dan mengikuti teman sebaya). 
Fungsi pendidikan adalah untuk memaksimalkan kemampuan/potensi dari setiap individu sehingga potensi itu menjadi sesuatu yang berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain. Untuk itu, pendidikan sudah sepatutnya bukan hanya untuk mengejar kecerdasan intelektualitas semata tetapi lebih dari itu menjadikan setiap individu berdaya guna dan bermanfaat bagi sesama. Maka untuk menjalankan fungsi ini perlu adanya suatu rancangan pembelajaran yang bisa mengeksplorasi seluruh potensi yang dimiliki setiap individu tanpa terkecuali.
Pendidikan berbasis lingkungan dan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi setiap individu. Pendidikan berbasis lingkungan dan masyarakat merupakan pembelajaran dengan metode pendekatan lingkungan dan masyarakat sebagai sasaran, sumber dan sarana belajar. Model pendidikan ini merupakan pembelajaran aplikasi langsung dengan melakukan pengamatan/observasi, pendataan dan analisis fenomena-fenomena yang terjadi di lingkungan dan masyarakat setempat. Kegiatan pembelajaran ini dalam rangka mengeksplorasi masyarakat dan lingkungan sehingga pengetahuan yang didapatkan, lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan lebih jauh, dengan mengetahui permasalahan yang terjadi di lingkungan dan masyarakat, para siswa mampu memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut. Dengan metode pembelajaran seperti ini, kita harapkan tumbuh sikap peka, peduli, adaptif, dan solutif. 
Artikel ini dapat dilihat juga di: http://mohamadiskandar72.blogspot.co.id