Wednesday, 29 March 2017

Hidup Penuh Warna Tanpa Gadget

Hidup Penuh Warna Tanpa Gadget
By M. A. Iskandar

Kita sering mendengar istilah gadget atau gawai yang artinya perangkat elektronik kecil yang memiliki berbagai fungsi khusus. Hal yang membedakan gadget dengan perangkat elektronik lainnya adalah adanya unsur kebaruan (update), maksudnya adalah setiap waktu gadget akan muncul dengan menyajikan teklnologi terbaru untuk memudahkan hidup manusia menjadi lebih praktis. Beberapa contoh gedget diantarnya adalah iphone, ipad, blackberry, android, dan netbook (perpaduan antara komputer portabel seperti notebook dan internet.
Beberapa fungsi gadget yang bisa kita manfaatkan adalah sebagai alat komunikasi. Gadget dengan berbagai fitur canggih mampu membuat komunikasi yang cepat diantara penggunanya sehingga meskipun terdapat jarak yang cukup jauh, orang bisa melakukan hubungan tanpa harus saling bertemu. Dengan fungsinya ini orang banyak mengatakan bahwa gadget dapat membuat yang jauh menjadi dekat. Selain itu, sebagai alat komunikasi yang canggih gadgdet juga mampu menjalin hubungan dengan banyak orang sekaligus.
Manfaat selanjutnya adalah gadget dapat juga menjadi sumber ilmu dan informasi. Gadget mampu menghadirkan berbagai informasi dari berbagai belahan dunia manapun hanya dengan satu sentuhan. Dengan fungsinya ini, banyak orang yang memberi ungkapan “dengan satu sentuhan maka dunia di tangan Anda”. Ungkapan ini cukup beralasan mengingat gadget dengan perangkat yang cukup canggih bisa mengakses informasi apapun selama ia terhubung dengan akses internet di seluruh dunia.
Gadget juga memiliki fungsi sebagai media sosial. Beberapa fitur yang ditambahkan dalam perangkat gadget memudahkan orang untuk mencari teman. Media sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatsapp dan lain-lain dibuat agar orang dapat mencari teman dengan terlebih dahulu mengakses media-media sosial tersebut.
Gadget ternyata bisa dimanfaatkan sebagai media penghasil uang. Situs-situs belanja online diperuntukkan bagi mereka yang senang berbisnis dengan cara yang praktis. Bagi penjual, gadget memudahkannya untuk mencari calon pembeli yang potensial. Sebaliknya, bagi pembeli, dengan mengakses situs-situs belanja online tadi, ia bisa mendapatkan barang yang diinginkan juga dengan cara pembelian yang praktis tanpa harus datang ke toko yang bersangkutan.
Sebagai alat yang memiliki beragam fungsi, gadget mampu menghadirkan berbagai macam jenis hiburan. Mulai dari mendengarkan musik, menonton televisi atau film, hingga bermain game bisa didapatkan melalui perangkat elektronik ini.
Selain manfaat-manfaat gadget yang telah disebutkan di atas, ternyata gadget memiliki dampak negatif yang tidak sedikit. Gadget bisa membuat orang kecanduan. Penggunaan berlebih terhadap gadget bisa memberikan efek kecanduan terhadap penggunanya dengan kadar yang beragam. Bahkan pada efek kecanduan yang luar biasa, ada orang yang merasa kehilangan ketika ia tak memegang gadgetnya. Hal ini tentu berdampak buruk terutama dalamkehidupan sosialnya.
Dampak negatif lain dari gadget adalah kurangnya sosialisasi dengan orang lain. Manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa lepas satu sama lain. Kurangnya sosialsasi dampak berdampak buruk pada kehidupannya di masyarakat. Ia tidak lagi memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial. Efek buruknya, ia bisa menjadi orang yang anti sosial. Bisa jadi di dunia maya ia begitu dikenal sebagai orang yang ceria dan banyak teman namun pada kenyataan di dunia yang sebenarnya ia cenderung menyendiri dan kurang bergaul.
Penggunaan gadget yang berlebihan bisa juga berdampak buruk terhadap kesehatan. Radiasi yang dipancarkan dari alat elektronik bisa menyebabkan kerusakan pada sistem tubuh. Selain itu, kurang bergerak karena terus menerus berkutat dengan gagdet dapat menyebabkan tubuh mudah lelah.
Gadget memang mampu menghadirkan berbagai informasi yang kita perlukan. Namun terkadang informasi yang hadir dalam gadget kita tanpa ada penyaringnya sehingga informasi yang masuk banyak juga yang berkonten negatif. Pornografi, kekerasan, berita hoax dan konten-konten negatif lainnya kerap langsung masuk ke gadgdet kita tanpa kita sadari. Jika kita tidak bijak menyaring informasi-informasi itu yang terjadi adalah kita dapat dengan mudah terpengaruh dan akhirnya kita pun turut menjadi korban informasi yang salah atau negatif.  
        
Bisakah Kita Hidup Tanpa Gadget?

           Gadget memang telah menjadi bagian dari hidup kita. Mulai dari bangun tidur (misalnya menggunakan alarm dari gadget untuk membangunkan) sampai kita tidur kembali kadang tidak lepas dari gadget. Ke sekolah, ke tempat kerja, ke supermarket, ke tolilet, kemanapun kita pergi gadget selalu menemani.
Setelah menelaah dampak positif dan negatif dari gadget maka sebaiknya kita mulai bijak dalam penggunaannya. Lantas, bisakah kita hidup tanpa gadget? Tentu bisa. Banyak hal yang bisa kita lakukan tanpa harus bergantung pada gadget. Cobalah lakukan hal-hal berikut ini yang, insyaallah lebih bermanfaat daripada sekedar mengutak-atik gadget.
1.       Olah raga
Selama ini kita mungkin hampir melupakan aktivitas yang penting ini hanya gara-gara gadget. Maka kini saatnya kita kembali lakukan olah raga minimal seminggu sekali agar tubuh kita tetap fit dan sehat.
2.       Mengikuti Kajian Ilmu
Sudah seberapa banyak ilmu yang kita peroleh selama ini? Sudah cukupkah bekal ilmu kita untuk kehidupan dunia dan akhirat? Semakin digali ilmu yang kita kaji justru semakin membuat kita tidak tahu banyak hal. Untuk itu, kesempatan yang ada sebaiknya kita manfaatkan untuk mengikuti kajian-kajian ilmu sehingga ilmu kita semakin bertambah. Memang kita bisa mengakses internet untuk mencari berbagai ilmu yang kita inginkan namun dengan mengikuti kajian ilmu kita dapat berdialog langsung dengan pemberi materi sehingga kita bisa mencari tahu lebih dalam dari pemateri tersebut. Kajian-kajian ilmu dapat juga menjadi forum silaturahmi dengan banyak orang.
3.       Family Time
Saya teringat dengan sebuah kalimat dari salah satu iklan yang ditayangkan di televisi-televisi nasional: “semua di rumah tapi asyik sendiri”. Tak jarang kita melihat dalam sebuah keluarga meskipun semuanya berkumpul namun masing-masing sibuk dengan gadgetnya sendiri. Sehingga waktu bersama dengan keluarga tak bermakna apa-apa. Tinggalkan gadget Anda, saatnya ngobrol dengan keluarga. Matikan semua gadget dan perangkat elektronik yang dapat membuat waktu keluarga menjadi terbuang sia-sia. Rencanakan masak dan makan bersama di rumah atau restoran tanpa harus membawa gadget. Anda juga bisa mengajak keluarga untuk bermain di luar rumah atau pergi ke tempat rekreasi tanpa ditemani gadget. Jadikan waktu bersama keluarga adalah waktu yang berkualitas dan penuh dengan makna.
4.       Baca Buku
Sudah berapa banyak buku yang kita baca? Buku adalah sumber ilmu dan jendela dunia. Dengan banyak membaca buku kita bisa menambah ilmu dan wawasan kita. Lebih dari itu, kita bisa juga tidak hanya menjadi pembaca dan penikmat buku tetapi rencanakan juga bagaimana kita menjadi penulis buku.
5.       Perbanyak Ibadah
Aktivitas yang satu ini tentu akan berdampak positif tidak hanya keuntungan dunia tetapi menjadi bekal kita di akhirat kelak. Perbanyak bacaan dan hafalan Al-Quran dan tinggalkan sementara gadget kesayangan kita. Atau rencanakan perjalanan ibadah semisal haji dan umroh atau bisa juga berkunjung ke masjid-masjid untuk beribadah dan menambah kajian ilmu.
            Sebenarnya masih banyak hal-hal lain yang bisa kita lakukan dan bermanfaat dengan tanpa gadget seperti menyalurkan hobi, rekreasi, shopping, silaturahmi dengan teman atau keluarga dan lain-lain. Bukan untuk menolak kemajuan jaman tetapi mengurangi ketergantungan kita terhadap gadget agar hidup kita lebih berkualitas. Rasakan bahwa hidup kita lebih berwarna dan bermakna tanpa gagdet. Kalaupun memang kita tidak bisa lepas dari gadget maka sebaiknya kita lebih bijak dalam menggunakannya.
Sekali lagi yang ingin saya tekankan juga di sini adalah cobalah untuk tidak bergantung pada gadget. Kalaupun Anda tidak bisa meniggalkannya minimal sisakan sehari dalam seminggu hidup tanpa gadget. Selamat mencoba!
Sumber gambar: http://gadgettterbaru.blogspot.co.id/2013/12/Gadget-Terbaru-Samsung.html



Artikel ini bisa dibaca juga di link berikut: http://mohamadiskandar72.blogspot.co.id/2017/03/hidup-penuh-warna-tanpa-gadget.html

Monday, 6 March 2017

Cerita yang Ditulis

Bismillah.

Kawan-kawan guru dan pembaca sekalian,

Ada sepenggal tulisan dan dari salah seorang penulis besar bangsa ini, yuk kita simak.


"Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, ....

Wednesday, 1 March 2017

Belanja yang Berkah dan Dirahmati Allah SWT



Belanja yang Berkah dan Dirahmati Allah SWT
By Iskandar

“Rahmat Allah atas orang-orang yang berbaik hati saat ia membeli, saat ia menjual, dan saat ia membuat keputusan”. (H. R. Bukhari No. 2076, Kitab Al-Buyu, Bab Asuhulah wa Samhah).
“Kedua belah pihak dalam jual beli berhak membatalkan kesepakatannya selama mereka belum berpisah. Jika mereka berkata benar, menjelaskan segala sesuatunya dengan jernih, jual beli mereka akan mendapatkan bekah. Tapi jika mereka menyembunyikan sesuatu serta berdusta, berkah yang ada dalam jual beli mereka akan terhapus”. (H. R. Bukhari No. 2082, Kitab Al-Buyu, Bab Ma Yamhalul Kadzbu wal Kitman Fil Bai).
         Siapapun pasti suka berbelanja. Mulai dari berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pokok sampai hanya untuk hiburan semata. Namun ketika kita berbelanja terkadang kita lupa bahwa kegiatan ini sebenarnya sesuatu yang telah diatur dalam Islam. Berbelanja bukan hanya untuk memenuhi hawa nafsu terhadap barang-barang tertentu. Berbelanja seharusnya selain untuk memenuhi kebutuhan kita namun juga dapat mendatangkan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Lalu bagaimanakah agar kegiatan belanja kita mendatangkan berkah dan rahmat Allah SWT?
·         Jujur
Jujur merupakan salah satu pilar Islam. Pembeli yang jujur memiliki nilai yang tinggi dalam Islam. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Siapa yang menipu kami, dia tidak termasuk golongan kami”[1]. Ini menunjukkan kepada kita bahwa pada saat kita akan membeli barang dari pedagang berlakulah jujur. Terkadang kita berpura-pura pada saat menawar barang dengan berbohong misalnya “barang ini kalau di toko sana harganya lebih murah” padahal kita tidak pernah datang ke toko yang dimaksud dan menawar barang yang ada di toko tersebut. Berlakulah jujur jika kita ingin menawar dan menawarlah dengan harga yang pantas tanpa harus berdusta.
·         Adil
Pada saat kita menawar barang biasanya kita akan senang ketika barang tersebut dapat kita beli dengan harga semurah-murahnya bahkan jauh lebih rendah dari harga pasar. Sebagai pembeli, kita juga harus bisa berlaku adil terhadap pedagang atau penjual. Pada saat menawar barang pertimbangkan keuntungan yang ia peroleh, ongkos kirim, modal yang telah ia keluarkan, dan hal-hal lainnya sehingga kita bisa menetapkan harga untuk barang yang kita inginkan. Berlakulah adil karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
·         Ramah
Kita tentu akan merasa senang dengan orang yang bersikap ramah terhadap kita. Begitupun sebaliknya orang lain pun akan senang apabila kita bersikap ramah kepada mereka. Dalam Islam senyum merupakan salah satu sedekah. Jika kita bisa bersikap ramah terhadap orang lain, salah satunya dengan senyuman maka itu menjadi nilai tambah pahala untuk kita. Begitupun saat kita akan melakukan transaksi jual beli. Sikap ramah tidak hanya menjadi hal wajib bagi penjual namun keharusan juga bagi pembeli. Apabila kita bersikap ramah terhadap penjual tentu ia pun akan dengan ramah pula melayani kita.
·         Tolong Menolong
Transaksi jual beli dalam Islam tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan semata tetapi juga berorientasi pada sikap ta’awun (tolong menolong). Islam menghendaki kegiatan belanja memiliki manfaat tidak hanya untuk dirinya sendiri namun bermanfaat juga untuk orang lain. Prinsip jual beli dalam Islam adalah ridha atau kerelaan diantara penjual dan pembeli. Kerelaan itu didapatkan karena keduanya mendapat manfaat. Karena itu, sebagai pembeli pada saat membeli barang, niatkan juga untuk membantu pedagang mendapatkan keuntungan yang membawa berkah.

                            Picture from: http://www.dontpayfull.com/blog/secret-shopping-tricks



Sumber:
Antonio, Muhammad Syafii, Dr. M. Ec dan Tim Tazkia. 2010. Ensiklopedia Leadership dan Manajemen Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”. Bisnis dan Kewirausahaan. Bussiness & Entrepreneurship. Jakarta: Tazkia Publishing.

Artikel ini juga dapat dibaca di: www.mohamadiskandar72.blogspot.co.id



[1] H. R. Muslim No. 294, Kitab Al-Iman, Bab Man ghasana falaisa minna.