Thursday, 16 March 2023

FATAH

Telah terbit sebuah novel bertema sejarah tentang berdirinya Kerajaan Demak. Membaca buku ini pembaca seakan diajak untuk masuk kembali ke masa lalu dan terlibat dalam pergolakan-pergolakan yang terjadi di Kerajaan Majapahit.  

Untuk pemesanan silakan klik link berikut:

https://nyalagaleri.id/produk/fatah/ 

Thursday, 7 May 2020


INTEGRATED PROJECT STUDY DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Oleh Moh. A. Iskandar



Wabah covid-19 telah menjadi pandemi sejak pertama kali penyakit ini diumumkan di Wuhan Provinsi Hubei, Cina pada Desember 2019. Wabah ini kemudian menyebar ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Sejak diumumkan kasus pertama covid-19 pada 2 Maret 2020, pemerintah kemudian melakukan kebijakan antisipasi dengan menerapkan social distancing (jaga jarak sosial) dan physical distancing (jaga jarak fisik). Seluruh kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa dalam jumlah yang banyak dibatasi. Kebijakan ini berimbas kepada hampir semua kegiatan publik mulai dari bisnis, hiburan, perkantoran, hingga pendidikan. Sekolah menjadi salah satu yang terdampak kebijakan social distancing dan physical distancing. Kegiatan belajar mengajar pun harus dilakukan di rumah melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).
Pada awal pelaksananaannya, siswa dan guru cukup antusias terlibat dalam PJJ. Namun seiring berjalannya waktu kejenuhan timbul. Berbagai masalah pun muncul seperti kurangpahamnya guru dan peserta didik dalam penerapan PJJ, fokus pembelajaran yang hanya pada pemberian tugas, akses terbatas pada pembelajaran online, dan lain sebagainya. Ditambah lagi metode PJJ yang diterapkan masih menggunakan jam pelajaran sekolah yang kaku misalnya anak harus belajar mulai dari pukul 07.00 – 15.00, padahal kondisi di rumah setiap peserta didik berbeda-beda.
Jika hal ini terus berlanjut maka PJJ tidak bisa berlangsung secara efektif. Tujuan pembelajaran sulit dicapai. Pembelajaran online terkendala dengan akses internet dan keterbatasan sarana prasana. Pengerjaan tugas hanya jadi beban rutinitas yang membosankan. Sulit untuk mengatur waktu karena kondisi rumah dan sekolah pasti berbeda. Pendampingan peserta didik dari guru pun bisa jadi terkendala karena guru juga fokus untuk mendampingi anaknya di rumah.
Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di atas adalah dengan Integrated Project Study (IPS) yaitu pembelajaran berbasis projek secara terintegrasi. Metode pembelajaran ini memungkinkan seluruh mata pelajaran terintegrasi dalam satu projek. Dengan demikian guru dan peserta didik tidak terbebani oleh penugasan yang banyak. Bentuk projek bisa bermacam-macam tergantung dari kebutuhan atau tujuan yang akan dicapai.
Berikut adalah contoh projek makalah dengan tema Covid-19 untuk jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas jurusan Sosial-Humaniora.
Mata pelajaran yang terintegrasi:
1.       Sejarah peminatan                          : membahas tentang sejarah pandemi
2.       Sejarah Indonesia                            : membahas tentang sejarah wabah di Indonesia
3.       Pendidikan Agama Islam               : membahas tentang sikap seorang muslim menghadapi wabah
4.       Pendidikan Kewarganegaraan    : membahas tentang upaya pemerintah mengatasi wabah
5.       Ekonomi                                              : membahas tentang dampak ekonomi akibat wabah
6.       Sosiologi                                              : membahas tentang perubahan sosial akibat wabah
7.       Geografi                                               : membahas tentang persebaran wabah secara geografis
8.       Bahasa Indonesia                             : membahas tentang sistematika penulisan karya ilmiah
9.       Bahasa Inggris                                   : membuat abstrak makalah
10.   Matematika                                       : membahas tentang perkiraan penghitungan kenaikan jumlah korban pandemi
11.   Pelajaran lainnya                              : menyesuaikan
Bagi jenjang pendidikan yang lain dan jurusan lain bisa menyesuaikan. Waktu pengerjaan bisa fleksibel namun tentu dengan pembatasan penyelesaian pengerjaan sesuai dengan kemampuan peserta didik. Misalnya projek makalah diselesaikan selama dua pekan. Selama dua pekan itu, peserta didik bisa melakukan bimbingan bersama guru lewat daring setelah sebelumnya melakukan janji terlebih dahulu. Bentuk projek pun bisa divariasikan, misalnya projek poster, infografis, power point, video pembelajaran, dsb.
Dengan metode IPS, pembelajaran diharapkan bisa berlangsung dengan efektif. Kendala-kendala seperti yang telah disebutkan di atas juga bisa diatasi. Kita berharap semoga pandemi ini segera berakhir sehingga pembelajaran bisa kembali berjalan seperti biasa.

Tuesday, 28 April 2020

MU’AWIYAH BIN ABI SUFYAN DAN KEJAYAAN ISLAM DINASTI UMAYAH

Oleh M. A. Iskandar



Mengenal Mu’awiyah Bin Abi Sufyan
Mu’awiyah bin Abi Sufyan adalah salah seorang sahabat yang istimewa di sisi Nabi Saw. Beliau adalah salah satu jurus tulis Rasulullah yang juga menulis Al-Quran. Masuk Islam di masa sebelum Fathu Mekah, Mu’awiyah menjadi sosok yang dicintai Nabi Saw. Tidak hanya sahabat Nabi, ia juga termasuk ahli fikih sebagaimana dalam hadis disebutkan dari Ibnu Abi Malikah berkata, “Mu’awiyah mengerjakan shalat witir satu rakaat sesudah Isya dan disampingnya terdapat seorang lelaki bekas budak Ibnu Abbas. Lelaki itu lalu menceritakannya kepada Ibnu Abbas dan dijawab, ‘Biarkanlah ia karena ia sahabat Rasulullah.’” Dalam riwayat lain disebutkan, “… karena ia ahli fikih.” (H. R. Bukhari)
Ibnu Taimiyah dalam kitabnya, Minhaj al-Sunnah menyebutkan, “Dari sekian banyak raja umat muslim, tidak ada satu raja pun sebaik Mu’awiyah.” Berdasarkan pendapat ini menunjukkan bahwa Mu’awiyah termasuk pemimpin yang baik dan kepemimpinannya pun diakui sebagai masa yang terbaik dibandingkan penguasa-penguasa muslim lainnya. Ibnu Taimiyah juga menyatakan, “Periode kekuasaan dan rakyatnya adalah periode terbaik dari periode-periode penguasa lainnya.” Nabi Saw pernah bersabda, “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian cintai dan ia mencintai kalian, kalian mendoakan kebaikannya dan ia mendoakan kebaikan kalian; dan seburuk-buruk pemimpin adalah yang kalian benci dan ia membenci kalian, kalian melaknatnya dan ia melaknat kalian.” (Hadis Shahih).
Keutamaan Mu’awiyah juga banyak disebutkan dalam berbagai sumber. Sebagaimana hadis yang telah disebutkan di atas, Ibnu Abas juga menegaskan dan mengakui kefakihan serta kealiman Mu’awiyah. Ibnu Khaldun pun menyatakan, “Dinasti Umayah dan semua informasinya hendaknya disambungkan dengan informasi-informasi kekhalifahan Khulaur Rasyidin. Sebab yang pertama menyusul yang kedua dalam hal keutamaan, keadilan, dan shuhbah.” Begitu pula di dalam hadis Umm haram diceritakan bahwa ada sekelompok umat muslim yang akan berperang di lautan seperti tengah duduk atau berdiri di singgasana. Dari Umm Haram binti Milham bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Pasukan pertama dari umatku yang berperang di lautan telah ditentukan. Pasukan pertama dari umatku yang menyerang kota Kaisar (Byzantium) telah diampuni kesalahannya.” (H. R. Bukhari). Armada laut pertama yang melakukan ekspedisi ke wilayah Byzantium tak lain adalah pasukan Mu’awiyah di bawah kekhalifahan Utsman bin Affan.

Pengangkatan Mu’awiyah sebagai Khalifah
Banyak yang mengatakan terpilihnya Mu’awiyah sebagai khalifah karena adanya tipu daya yang dilakukannya terhadap Ali bin Abi Thalib. Isu ini dihembuskan kaum khawarij yang memang sejak awal tak menginginkan adanya perdamaian di antara kaum muslimin. Mu’awiyah memang menunda baiatnya kepada Ali karena ia menginginkan ditegakannya qisas terhadap pembunuh Utsman bin Affan. Thalhah bin Ubaydillah dan Zubayr bin Awwam termasuk yang menuntut hal itu pula. Sementara Ali bin Abi Thalib disibukkan dengan pemberontakan oleh sekelompok orang yang telah menguasai Madinah. Ali bin Abi Thalib sebenarnya bukan menolak qisas atas pembunuh Utsman namun masalah pemberontakan menjadi prioritas utama yang hendak dituntaskan. Ia mengatakan kepada Thalhah dan Zubayr, “Bagaimana mungkin aku bisa menindak orang-orang yang menguasai kita, sementara kita tidak kuasa atas mereka? Masalah ini (pemberontakan) sudah masuk perkara jahiliah. Jadi, tenanglah kalian hingga semua orang tenang, hati berada pada tempatnya, dan hak-hak tertunaikan.”
Antara Ali dan Mu’awiyah sebenarnya telah terjadi kesepakatan damai. Pada 39 H, Ali dan Mu,awiyah sepakat untuk menghentikan peperangan dengan syarat Mu’awiyah menguasai wilayah Syam tanpa campur tangan Amirul Mukminin. Kaum Khawarij tidak puas dengan kesepakatan ini. Mereka senantiasa ingin merusak perdamaian itu dengan berbagai cara diantaranya rencana pembunuhan kepada Mu’awiyah, Ali, dan Amr bin al-Ash. Dari ketiganya hanya Ali bin Abi Thalib yang berhasil mereka bunuh.
Setelah syahidnya Ali, penduduk Madinah membaiat Hasan bin Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah pada Syawal abad 40 H. Kurang lebih setahun kemudian, Hasan menyerahkan jabatan khalifah kepada Mu’awiyah demi menjaga persatuan umat. Dengan demikian fitnah bahwa penolakan baiat Mu’awiyah kepada Ali bin Abi thalib karena menginginkan jabatan khalifah terbantahkan dengan sendirinya. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan ‘am al-jama’ah (tahun persatuan). Hal ini sesuai pula dengan sabda Rasulullah Saw mengenai Hasan, “Sungguh anakku ini adalah sayyid (penghulu). Mudah-mudahan melalui dirinya Allah mendamaikan dua kelompok besar umat Islam yang berselisih.” Dua kelompok Islam terbesar saat itu diketahui yaitu Mu’awiyah dan Ali.
Mu’awiyah kemudian dibaiat oleh seluruh kaum muslimin meskipun saat itu masih ada juga sahabat yang lebih utama. Akan tetapi, para ulama sepakat bahwa orang mafdhul (mulia) berhak menjadi pemimpin meskipun ada orang lain yang lebih afdhal (mulia darinya) kecuali jika syarat kepemimpinan tidak terpenuhi. Tingkat kemuliaan hanyalah salah satu pertimbangan untuk dipilih, bukan syarat utama kepemilikan hak untuk dipilih. Kemuliaan Mu’awiyah telah disebutkan dari berbagai hadis dan pendapat ulama yang telah disebutkan di atas.
Kepemimpinan Mu’awiyah terkenal sangat tegas dan tanpa kompromi. Hal ini menjadikan masayarakat bisa hidup aman dan tentram tanpa gangguan apapun. Bahkan seorang perempuan pun tidak merasa takut tidur sendirian walaupun pintu rumahnya tak terkunci. Karena ketegasannya pula persatuan umat Islam terwujud. Militer bertambah kuat termasuk armada lautnya yang pada saat Khalifah Utsman bin Affan berkuasa, berjumlah 1700 kapal menjadi yang terkuat di lautan. Sebelum menjadi khalifah, kedudukan Mu’awiyah sebagai gubernur menguasai wilayah yang sangat luas meliputi wilayah Syam dan sekitarnya. Karena kekuasaannya yang luas itu pula maka Mu’awiyah mendapat dukungan dari seluruh umat muslim untuk melakukan ekspansi ke wilayah lainnya.

Dinasti Umayah dan Kejayaan Islam
Tak bisa dipungkiri bahwa kepemimpinan Mu’awiyah dalam masa kekhalifahannya membawa kejayaan bagi umat Islam. Sejak menjadi panglima di masa Khalifah Abu Bakar, Umar, dan Utsman, Muawiyah selalu diberi kemenangan oleh Allah Swt di setiap peperangan yang dihadapinya. Setelah gejolak perpecahan yang terjadi dalam umat Islam bisa mereda, selanjutnya umat Islam merasakan kembali kedamaian dan keamanan di bawah pimpinan khalifah Mu’awiyah. Mu’awiyah kini fokus pada upaya perluasan wilayah dan penyebaran dakwah Islam ke daerah-daerah lain yang belum tersentuh cahaya Islam. Hanya saja wilayah Kufah, Bashrah, dan kota-kota di sekitarnya di daerah Irak yang masih bergejolak. Daerah ini memang masih dikuasai kaum Khawarij. Guna meredakan pemberontakan di wilayah ini, Mu’awiyah harus mengutus gubernur yang tegas. Karena itu, ia mengangkat Mughirah bin Syu’bah sebagai Gubernur Irak pada 41 H. Setelah Mughirah wafat, Mu’awiyah mengangkat Ziyad bin Abihi pada 49 H. Ziyad memiliki ketegasan yang serupa dengan Mughirah. Ia melaksanakan hukum dengan seadil-adilnya. Kaum pemberontak tak berani menunjukkan perlawananya kepada Ziyad.  
Wilayah Bizantium menjadi perhatian utama dalam penaklukkan wilayah di luar Arab selain Afrika. Bizantium merupakan imperium besar yang sulit ditaklukkan. Kekuasaan mereka membentang meliputi hampir seluruh Benua Eropa. Untuk menaklukkan Bizantium, Mu’awiyah mengerahkan armada lautnya. Selain itu invasi dilakukan melalui jalur darat (dari Afrika-Maghribi) dan jalur sungai (dari Irak). Pada masa kepemimpinannya, Mu’awiyah memang belum merasakan keberhasilannya menaklukkan Bizantium. Namun ia berhasil membangun fondasi armada pasukan yang kuat untuk menjadi bekal bagi pemimpin-pemimpin selanjutnya menguasai Bizantium. Pada sekitar 92 H, akhirnya Islam berhasil memasuki Andalusia (Spanyol). Keberhasilan penaklukkan Spanyol menjadi awal penguasaan Islam atas wilayah Eropa pada masa kekhalifahan selanjutnya.
Memasuki abad 98 – 99 H, penerus kepemimpinan Mu’awiyah (Dinasti Umayah) berhasil menguasai Konstantinopel untuk kedua kalinya. Dengan keberhasilan penaklukkan Konstantinopel, Dinasti Umayah mampu menguasai Eropa. Dinasti Umayah terus mengembangkan kekuasaannya di benua lain hingga ke India dan Cina. Penaklukkan Bangsa Tartar dan Mongol menjadi bukti bahwa Mu’awiyah dan dinasti yang dibangunnya mampu membangun kejayaan Islam di seluruh dunia. Dari dinasti ini lahir para ulama, fukaha, kaum cendikiawan dan tokoh-tokoh besar lainnya yang menyumbangkan segenap ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang. Hal ini tak lain karena Mu’awiyah membangun kerajaannya bersama-sama dengan para ulama sebagai penasihat dalam urusan kenegaraan maupun masalah peribadatan. Mereka diberi tempat yang layak sekaligus dimuliakan dengan kedudukannya.
Selama hampir satu abad, sejak 41 H hingga 132 H, Dinasti Umayah membangun fondasi keislaman yang kuat. Meski dengan berbagai ujian dan pemberontakan, dinasti ini terus bertahan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan Dinasti Umayah menjadi salah satu pembuka pemikiran orang-orang Eropa saat itu untuk mengembangkan dirinya. Doktrin gereja justru membuat mereka menganggap selama abad pertengahan sebagai abad kegelapan. Tatkala Islam datang dan memberi cahaya, orang-orang Eropa kemudian mengambil setiap ilmu pengetahuan dan teknologi itu untuk kepentingan mereka. Memasuki abad ke-13 M, mereka akhirnya menyadari bahwa selama ini mereka terkungkung oleh doktrin keagamaan yang salah. Spanyol dan Portugis yang telah berhasil mempelajari teknik pelayaran dan navigasi dari kaum mslimin akhirnya melakukan ekspedisi ke berbagai negara.


Disarikan dari:
Ibrahim, Qasim A. dan Muhammad A. Saleh, 2014. (Diterjemahkan dari Al-Mawsu’ah al-Muyassarah fi a;-Tarikh al-Islami). Buku Pintar Sejarah Islam. Jejak Langkah Peradaban Islam dari Masa Nabi Hingga Masa Kini. Jakarta: Penerbit Zaman.          

Saturday, 23 November 2019

MENJEMPUT ASA DI PATUHA


MENJEMPUT ASA DI PATUHA

Oleh M. A. Iskandar
Pendidik dan Ketua Pelaksana Program CSW-LST 2019 di SMA Mutiara Bunda
            Hari menjelang sore ketika kami menyelusuri jalan ini kembali. Namun kali ini pemandangan yang terlihat sungguh indah luar biasa. Rangkaian perkebunan teh bagai hamparan permadani raksasa. Tertata rapi, berpola dan bergelombang menyesuaikan dengan kontur permukaan bumi yang menanjak atau menurun. Lembayung senja berwarna kemerahan perlahan beringsut tenggelam di ufuk barat. Itu pertanda siang kan segera berganti malam. Siang tadi, saat pertama kali menyusur jalan yang sama kami hanya mendapati kabut tebal sepanjang jalan sehingga tak nampak apa yang ada di sekeliling kami.
  
Ada enam murid sekolah yang mebersamai perjalanan pulang kami. Semuanya perempuan. Lima orang murid SMP dan satu orang murid SD kelas enam. Tak ada transportasi umum melintasi jalan ini. Maka untuk bisa sampai di tempat yang dituju, bagi yang tak memiliki kendaraan pribadi, hanya mengandalkan kedua kaki. Perjalanan yang ditempuh dengan cara itu memerlukan waktu sekira empat puluh lima menit. Jadi perkiraan jarak antara kedua tempat yaitu sekira dua setengah sampai tiga kilo meter.


Jarak itu adalah jarak antara sebuah perkampungan bernama Sintok sampai ke Patuha. Patuha adalah sebuah wilayah perkebunan teh yang cukup luas higga ribuan hektar di wilayah Pasir Jambu, Kabupaten Bandung. Perebunan teh ini dikelola oleh salah satu perusahaan swasta. Patuha adalah pusat dari seluruh kegiatan, sarana-prasarana, dan segala kebutuhan dari perkebunan teh ini termasuk sekolah untuk SD dan SMP.
Murid-murid yang bersama kami adalah murid dari SD dan SMP Negeri Patuha. Mereka baru saja meneyelesaikan tugas belajarnya dan sekarang waktunya pulang ke rumah. Kami pun sempat berbincang dengan mereka dalam beberapa kali kesempatan. Perbincangan kami seputar sekolah dan cita-cita mereka kelak ketika lulus dai sekolah. Menurut mereka, Desa Sintok termasuk desa yang terdekat dengan SD atau SMP Negeri Patuha. Desa-desa lainnya bahkan lebih jauh dari Sintok dengan waktu tempuh dua hingga duasetengah jam.










Mungkin perlu diketahui, Patuha adalah salah satu wilayah perkebunan teh yang luasnya hingga ribuan hektar. Sebagian pengelolaan perkebunan dikelola PTPN VIII dan sebagiannya lagi oleh pihak swasta. Wilayah perkebunan yang dikelola swasta ini terbagi ke dalam dua belas sub. Masing-masing sub mewakili satu kampung yang luasnya 10 sampai 15 hektar. Satu kampung terdiri dari 40 kepala keluarga. Di sub-sub wilayah itu mereka menempati rumah dinas sederhana berbahan kayu dan bilik sebagai tempat tinggal sementara.
Di Patuha sendiri terdiri dari tiga sub yaitu Sub Cicacing Tonggoh (baca: atas) Cicacing Tengah, dan lupa lagi (he…he…). Di sinilah pusat seluruh kegiatan perkebunan dilakukan. Fasilitasnya pun lengkap mulai dari sekolah (PAUD/TK, SD, dan SMP), rumah sakit/klinik, kantor, rumah ibadah, hingga pabrik pengolahan teh. Sembilan sub lainnya tersebar di berbagai tempat dengan jarak tiga sampai sepuluh kilo meter dari Patuha. Dengan jarak yang demikian jauh maka wajar apabila jumlah murid di SD dan SMP Negeri Patuha tidak sebanding dengan jumlah anak usia sekolah yang ada di seluruh perkebunan. Tidak hanya itu, hambatan mereka bersekolah cukup beragam. Sebutlah keterbatasan ekonomi, ketiadaan transportasi umum, dan kondisi alam yang berat membuat pergi ke sekolah menjadi masalah yang pelik.
Karena kami bergerak di bidang pendidikan maka bukanlah sebuah kebetulan kami bisa sedikit tahu tentang sekelumit masalah pendidikan bagi masyarakat pemetik perkebunan teh. Pendidikan yang diselenggarakan bagi masyarakat pemetik perkebunan teh (khususnya pendidikan dasar 9 tahun) oleh pemerintah sebenarnya tak berbiaya tinggi bahkan gratis. Akan tetapi, seperti yang telah disinggung di atas, penyelenggaraan pendidikan terkendala oleh masalah jarak yang cukup jauh, ketiadaan transportasi, dan kondisi alam yang berat. Karena hal-hal itulah para orang tua dan anak-anak mereka bersepakat untuk tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka mencukupkan ketuntasan belajar hanya sampai SMP. Hal lain yang mendukung kesepakatan ini adalah tersedianya lapangan kerja bagi mereka di perkebunan teh.

Kami sempat bertanya kepada murid-murid sekolah dasar tentang cita-cita dan keinginan mereka di masa depan. Pada masa sekolah dasar mereka masih bercita-cita untuk menjadi seorang dokter, guru, tentara, pemain sepak bola, polisi, atau profesi lainnya. Namun menginjak usia SMP cita-cita itu berubah karena seolah-olah sulit untuk diwujudkan. Pemikiran mereka terbatasi ruang lingkup lingkungan sosial ketiadaan contoh dan kondisi alam yang sulit ditaklukkan. Di antara mereka sebenarnya ada pula yang mampu mengatasi keterbatasan itu. Bahkan diantaranya berhasil menggapai cita-cita yang mereka harapkan.
Ada secercah harapan bahwa anak-anak itu akan kembali bergairah untuk melanjutkan pendidikan saat pihak perkebunan mulai memerhatikan sarana dan prasarana transportasi. Perbaikan jalan di beberapa titik strategis dan pengadaan angkutan yang lebih banyak menjadi titik terang bagi anak-anak dan para orang tua untuk tak lagi menjadikan hal ini sebagai alasan memendam cita-cita dan harapan mereka. Jadi keterbatasan dan tantangan yang ada bukanlah halangan untuk mereka menjadi sesuatu yang lebih bernilai dan bermanfaat daripada sekedar menjadi seorang pekerja.
Kita pun bisa membantu mereka. Program guru bantu, kelas jauh, atau apapun bentuknya sebagai kepedulian kita terhadap pendidikan maka itu bisa juga menjadi solusi. Mari kita sama-sama peduli. Wujudkan asa mereka, wujudkan harapan mereka, wujudkan cita-cita mereka untuk masa depan bangsa yang lebih baik.                        

Tuesday, 23 July 2019

TAAT


Oleh Moh. A. Iskandar



Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (Q.S. An-Nisa/4: 59).

MAKNA TAAT
Taat berasal dari kata tha'a, yatuu'u-yathaa'u, thau'an yang artinya tunduk, patuh. Allah Swt menciptakan alam semesta dan seluruh isinya, termasuk jin dan manusia, untuk tunduk, patuh dan taat kepada-Nya. Banyak ayat-ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang hal ini, diantaranya Q. S. Ali-Imran: 83, Allah Swt berfirman: “Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang ada di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?”. Ayat lain, dalam Q. S. Al-Baqarah: 116, Allah Swt berfirman: “Dan mereka berkata, “Allah mempunyai anak”. Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya”. Masih banyak ayat-ayat lain yang menyatakan tentang ketundukan dan ketaatan alam semesta ini kepada setiap perintah Allah. Seluruh ayat-ayat itu menunjukkan tentang wajibnya taat terhadap perintah Allah baik dengan sukarela maupun terpaksa. Dalam ayat-ayat tersebut juga berbicara tentang peringatan kepada manusia yang mempertanyakan mengapa manusia tidak mau tunduk kepada Allah padahal seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada-Nya.      
Setiap perintah ataupun larangan Allah kepada manusia pasti mengandung hikmah dan kebaikan. Sedangkan pengingkaran terhadap perintah dan larangan-Nya, dapat berakibat kerusakan tidak hanya terhadap pelakunya sendiri akan tetapi bagi orang lain dan alam sekitarnya. Dalam Q. S. Ar-Rum: 41, Allah Swt berfirman: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).“ Sehubungan dengan ayat tersebut, Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan firman Allah Swt.: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia” yaitu dengan berkurangnya hasil tanam-tanaman dan buah-buahan karena banyak perbuatan maksiat yang dikerjakan oleh para penghuninya. Abul Aliyah mengatakan bahwa barang siapa yang berbuat durhaka kepada Allah di bumi, berarti dia telah berbuat kerusakan di bumi, karena terpeliharanya kelestarian bumi dan langit adalah dengan ketaatan (Tafsir Ibnu Katsir).
Karena itu setiap manusia wajib untuk taat, tunduk, dan patuh kepada perintah maupun larangan Allah Swt. agar terhindar dari kerusakan yang akan menimpa manusia itu sendiri. Sebaliknya ketika manusia benar-benar melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan sungguh-sungguh disertai keikhlasan maka Allah akan memberikan ganjaran yang berlipat. Kesungguhan untuk taat, tunduk, dan patuh kepada perintah Allah bisa disebut takwa artinya menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi larangannya. Balasan bagi orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah adalah melimpahnya keberkahan dari langit dan bumi (Q. S. Al-A’raf: 96).

BENTUK KETAATAN
         Ketaatan terbagi dalam dua bentuk yaitu, pertama, ketaatan kepada Allah yaitu melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangannya. Kedua, ketaatan kepada manusia. Ketaatan kepada Allah adalah ketaatan yang mutlak dan wajib tak bisa ditawar lagi. Ketaatan kepada Allah ini kemudian disandingkan dengan ketaatan kepada Rasul (Muhammad Saw) dengan penegasan kata athiiullaha wa athiiu rasul sebagaimana telah disebutkan dalam Q. S. Annisa di atas. Taat kepada Rasulullah adalah dengan mengikuti semua perintah, larangan, dan apa-apa yang dibenarkan olehnya. Dengan ittiba (mengikuti) kepada Rasulullah berarti kita taat kepada Allah sebagaimana firman Allah dalam Q. S. Ali Imran: 31, “Katakanlah: jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosamu, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
          Manusia membutuhkan contoh nyata sebagai panduan dalam rangka menjalankan ketaatannya kepada Allah Swt. Karena itu, Allah menjadikan Rasulullah sebagai seseorang yang harus diikuti secara mutlak. Sedangkan ketaatan kepada manusia selain Rasulullah adalah bentuk ketaatan atas perintah Allah dan Rasulnya. Maka dari itu, ketaatan kepada manusia tidak mutlak. Ketaatan kepada manusia tidak boleh menyelisihi ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Untuk itu, ketaatan kepada manusia hanyalah ketaatan terhadap apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya bukan atas apa yang menyelisihinya.

TAAT KEPADA PEMIMPIN 
        Taatnya manusia kepada pemimpin adalah sebuah keharusan. Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan: “Di dalam ayat ini (Q. S. An-Nisa: 59. red) Allah memerintahkan untuk taat kepada-Nya, kemudian kepada Rasul-Nya, kemudian kepada para Umara, menurut perkataan jumhur, Abu Hurairah, ibnu Abbas, dll.” Sedangkan Ibnu Khuwaidzi menjelaskan: “Adapun taat kepada sultan maka wajib dalam rangka taat kepada Allah dan tidak wajib dalam perkara maksiat kepada Allah…” (Al-Jami’ lil Ahkamil Qur`an 5/167, 168).  Ulama lain yaitu Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di mengatakan: “(Dalam ayat ini) Allah memerintahkan (kaum mukminin) untuk taat kepada-Nya dan taat kepada Rasul-Nya yaitu dengan mengerjakan perintah keduanya baik yang wajib maupun yang sunnah dengan menjauhi larangan keduanya. Dan Allah juga memerintahkan (kepada kaum mukminin) untuk taat kepada Ulil Amri, yaitu orang yang mengurusi kepentingan umat, baik itu Umara, pemerintah maupun mufti-mufti karena sesungguhnya tidak akan konsisten urusan Dien dan dunia kecuali dengan taat kepada mereka dan tunduk kepada perintah-perintah mereka dalam rangka taat kepada Allah dan mengharap pahala yang ada di sisi-Nya. Akan tetapi dengan syarat mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan. Apabila mereka memerintahkan kepada kemaksiatan, maka tidak ada taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.”
                Berdasarkan pendapat para ulama di atas kita bisa menarik kesimpulan bahwa taat kepada pemimpin adalah suatu kewajiban. Akan tetapi ketaatan terhadap pemimpin tidaklah mutlak. Ketaatan kepada pemimpin karena merekalah yang telah mengurusi segala kepentingan umat. Ketaatan kepada pemimpin juga dibatasi atau didasarkan kepada ketaatan kepada Allah dan Rasulnya. Sehingga jika pemimpin memberi perintah yang menyalahi aturan Allah dan Rasulnya maka tidak wajib ditaati. 
                Pertanyaan selanjutnya, siapakah pemimpin itu atau siapa sajakah pemimpin yang harus ditaati? Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di menjelaskan yang dimaksud pemimpin adalah orang yang mengurusi umat baik itu umara, pemerintah, maupun mufti-mufti. Beliau mengatakan: “Dan Allah juga memerintahkan (kepada kaum mukminin) untuk taat kepada Ulil Amri, yaitu orang yang mengurusi kepentingan umat, baik itu Umara, pemerintah maupun mufti-mufti karena sesungguhnya tidak akan konsisten urusan Dien dan dunia kecuali dengan taat kepada mereka dan tunduk kepada perintah-perintah mereka dalam rangka taat kepada Allah dan mengharap pahala yang ada di sisi-Nya. Akan tetapi dengan syarat mereka tidak memerintahkan kepada kemaksiatan. Apabila mereka memerintahkan kepada kemaksiatan, maka tidak ada taat kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah.”  Berdasarkan pendapat ini maka yang dimaksud dengan ulil amri (pemimpin) adalah orang-orang yang mengurusi kepentingan umat.

MANFAAT KETAATAN
                Sebagaimana yang tekah diterangkan di atas, yang dimaksud dengan ulil amri adalah para pemimpin yang mengurusi segala urusan kepentingan umat. Artinya mereka yang telah menjadi pemimpin, baik itu melalui penunjukkan, pemilihan atau apapun yang menyebabkannya menjadi pemimpin, tentu memiliki hak dan kewajiban membuat aturan dalam rangka mengurusi kepentingan umat. Aturan yang sudah dibuat oleh para pemimpin harus ditaati demi kemaslahatan bersama. Yang terpenting aturan tersebut tidak menyalahi aturan Allah dan Rasul-Nya, seperti misalnya melarang sholat, melarang puasa, melarang ibadah haji, dsb.
                Aturan dibuat untuk dilaksanakan dengan tujuan menjaga ketertiban dan keteraturan itu sendiri. Melaksanakan aturan berarti menjaga ketertiban dan keteraturan. Sebaliknya jika aturan itu tidak dilaksanakan atau dilanggar bisa menyebabkan kekacauan dan kerusakan. Dengan melaksanakan aturan, berarti kita telah menjaga kepentingan umat dari hal-hal yang bisa merusaknya.  
                Lalu bagaimana agar kita bisa taat dalam menjaga aturan? Pertama, yang harus ditekankan adalah melaksanakan aturan merupakan perintah dari Allah Swt. Tidak melaksanakan aturan berarti melanggar perintah Allah dan itu termasuk ke dalam perbuatan dosa. Jika kita ingin dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa maka wajib untuk taat terhadap aturan serta melaksanakannya dengan ikhlas sesuai dengan perintah Allah Swt. Kedua, taat kepada aturan dengan melaksanakannya dapat menciptakan ketertiban dan keteraturan sehingga manusia bisa menjalani hidupnya dengan aman dan damai. Ketiga, dengan selalu berperilaku taat terhadap aturan dapat membimbing pelakunya untuk senantiasa memegang teguh keimanan kepada Allah Swt.    

Sumber rujukan:
https://salafy.or.id/blog/2005/12/13/taat/ 

Sunday, 17 February 2019

Sobat udah pada tahu Ustadz Nouman Ali Khan, kan?
Yang belum kenal, coba deh simak beberapa sharing beliau dari youtube. Bisa dari Bayyinah Institute channel, atau channel youtube lainnya. Kalian bisa coba dengan mengetikkan kata kunci 'Nouman Ali Khan' di kolom search, nanti muncul beberapa video sharing beliau di banyak negara.
Saya termasuk orang yang sangat suka dengan paparan beliau tentang tafsiran Al Quran yang sistematis dan seringkali mengambil contoh atau analogi yang relate banget dengan kehidupan kita masa kini. Buat saya, setelah mendengar cerita beliau (yes, he indeed sounds like a story teller to me) rasanya Allah SWT speaks directly to me through Quran. Paparan beliau sering bikin saya mencelos. Mencelos mendengar bukti-bukti cinta Allah sama kita, tapi seringnya saya berpaling. Apa atuh saya teh? #sedih

Beberapa minggu lalu, saya dapat kabar dari akun @NAKindonesia, bahwa Ustadz Nouman akan datang ke Indonesia untuk acara Story Night, tanggal 10 Maret 2019. Masya Allah, yeayy!! Momen yang saya tunggu-tunggu banget.  I can not miss it. Mendengar beliau bercerita langsung, pasti amazing banget ya. Saya mulai menyusun strategi, mulai dari minta izin suami dan beliau bilang mau ikut juga, alhamdulillah. Tapi kemudian rencana berubah karena satu dan lain hal. Ternyata suami saya tidak bisa ikut, tapi dia tetap mengizinkan saya pergi. Karena sendiri, saya harus memikirkan tempat untuk menginap semalam. Acaranya nanti jam 6 - 10 malam, agak serem kalo harus pulang langsung ke Bandung. Beruntungnya, saya punya teman yang ngekos di sekitar Benhil Jakarta. Saya menghubunginya dan alhamdulillah, dia mau saya repotin semalam. Oke, berikutnya yang saya harus pikirkan adalah booking tiket dan hal-hal teknis lainnya.

Manusia berencana, Allah yang menentukan. Setelah menyusun rencana dengan teman yang akan saya inapi, jam 11 malam esok harinya, saya dapat kabar bahwa tiket Story Night Nouman Ali Khan sudah sold out! #nangis.. Dan tidak akan ada penambahan seat untuk acara ini. #nangislagi.. Okelah kalau begitu. Mudah-mudahan lain waktu, Allah memberi kesempatan buat saya, menyimak cerita beliau secara live. Sekarang, tampaknya saya masih harus puas mendengarkan beliau via youtube channel sajalah... 

Wednesday, 12 September 2018

Movie Night: Konsep Pembelajaran Terpadu dengan Nonton Bareng


By Iskandar

Belajar di malam hari? Buat anak-anak SMP dan SMA? Masa sih? Gimana caranya? Aman nggak ya! Pertanyaan-pertanyaan tadi dan banyak pertanyaan lainnya muncul begitu saja ketika konsep pembelajaran ini pertama kali diperkenalkan di SMP-SMA Mutiara Bunda sejak tahun lalu tepatnya di tahun 2017. Movie Night merupakan sebuah konsep pembelajaran terpadu dan terintegrasi bagi siswa SMP dan SMA melalui kegiatan nonton bareng yang dilaksanakan pada sore hingga menjelang malam hari. Kegiatan movie night diadakan setiap satu tahun sekali pada semester pertama oleh SAMBA (Student Association of Mutiara Bunda – OSIS) SMA Mutiara Bunda sebagai panitia penyelenggaranya. Konsep acara yang digelar memadukan berbagai rangkaian acara mulai dari bazaar, karnaval dalam bentuk games ketangkasan, pemaparan profil sekolah, live music Islami dan tradisional hingga puncaknya nonton bareng film-film terpilih yang dilaksanakan dari sore hingga menjelang malam hari.




     Tema kegiatan movie night pada tahun ini yaitu Having Fun On The Sunset, Together In The Moonlight yang memiliki arti bergembira menikmati kermeriahan dan keceriaan namun tetap menjalin silaturahim dalam kebersamaan. Seluruh siswa baik SMP maupun SMA cukup antusias menikmati kegiatan ini. Hal ini terlihat dari semangat yang luar biasa para siswa dalam mengikuti setiap acara, termasuk panitia. Mereka telah bekerja dengan keras dan cerdas selama kurang lebih tiga minggu persiapan mulai dari pembuatan konsep acara hingga pelaksanaan. Siswa SMP Mutiara Bunda begitu menikmati seluruh rangkaian acara. Games ketangkasan yang mereka ikuti seperti lempar botol, lempar bola ke dalam lubang, panahan,  dart, dan tantangan labirin membuat mereka terkesan. Ditambah dengan bazaar yang diselenggarakan entrepreunership kelas 10 dan 11 serta jajanan khas foodtruck semakin menambah kesan “having fun” yang mereka dapatkan. Live music dan pemaparan program pertukaran pelajar ke luar negeri dari siswa kelas 12 membuat daya tarik tersendiri. Beberapa diantaranya bahkan berharap bisa turut berpartisipasi menyemarakkan acara.
  

Menjelang maghrib seluruh siswa berkumpul di lapangan futsal, dimana puncak acara nonton bareng diselenggarakan. Setelah berwudlu dan sholat Maghrib berjamaah, acara nonton bareng dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan sambutan dari Kepala SMA Mutiara Bunda, ibu Lala Tansah. Sambil menikmati makan malam, mereka disuguhi alunan indah dari gamelan dan angklung Arumba SMA Mutiara Bunda. Nonton bareng dimulai setelah pelaksanaan sholat Isya hingga pukul 20.30 dengan dua film pendek terbaik bernuansa Islami.
Nonton bareng dibuka dengan pemutaran video profil SMA Mutiara Bunda yang dibuat oleh tim kreatif siswa SMA Mutiara Bunda khususnya kelas 11. Film pertama yang ditayangkan yaitu sebuah film animasi berjudul “Mudik”. Film ini merupakan nominasi film pendek animasi terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2007. Film yang berdurasi 2 menit 45 detik ini digarap oleh tim Pijaru yang terdiri dari Calvin Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsus Andre, dan Aditya Prabaswara. Film berkisah tentang seorang anak dalam sebuah keluarga kecil yang melakukan perjalanan mudik lebaran menggunakan mobil pribadi. Pada awalnya ia hanya terfokus memainkan gadgetnya selama perjalanan. Namun pada suatu kesempatan ketika gadgetnya mati karena kehabisan baterai, ia melihat keluarga lain yang juga mudik menggunakan motor. Ia terkesan dengan kehangatan keluarga pemudik tersebut. Meski mereka berdesakkan dalam satu motor tetapi nampak keceriaan dan kegembiraan dalam perjalanan mudiknya.   

Film kedua berjudul “Cinta Subuh” yang menceritakan kisah inspiratif seorang pemuda bernama Angga yang menjalin hubungan dengan Ratih. Dalam kisah itu diceritakan hubungan Angga dan Ratih putus karena Angga selalu terlambat mengerjakan Sholat Subuh. Ratih mengatakan bahwa bagaimana ia bisa menjadi imam dalam rumah tangga jika untuk mengatur dirinya agar bisa Sholat Subuh tepat pada waktunya saja ia tidak bisa. Permasalahan Angga semakin bertambah ketika ayahnya memutuskan untuk tidak lagi membantu keuangan Angga. Ia pun mulai merenung bahwa bisa jadi kesalahannya itu karena ia sering Sholat Subuh tidak tepat waktu. Ia pun meminta bantuan teman sekosannya yang rajin melaksanakan Sholat Subuh untuk menuntunnya melaksanakan Sholat Subuh tepat waktu. Meski pada awalnya berat namun setelah istiqomah dijalani, Angga bisa melakukannya secara mandiri. Sejak saat itu, kehidupannya berubah. Berbagai kemudahan ia dapatkan termasuk mendapat pekerjaan yang baik. Setelah ia merasa mapan, Angga pun melamar Ratih dan akhirnya Ratih dan kedua orangtuanya menyetujui hubungan mereka.
Kedua film inspiratif ini cukup tepat dan layak untuk ditonton bagi remaja seusia mereka. Dari kedua film tersebut, siswa diharapkan bisa mengubah cara pandang mereka tentang pemakaian gadget dan hubungan dengan lawan jenis serta mencintai Sholat Subuh sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Melalui acara nonton bareng ini pula bisa terjalin silaturahmi yang baik antara siswa SMP dan SMA.

Konsep Pembelajaran dalam Movie Night

Tidak hanya sebatas memberikan kemeriahan dan rutinitas belaka, acara Movie Night memiliki konsep pembelajaran yang atraktif, aplikatif, dan menyenangkan bagi siswa dan guru. Seluruh rangkaian kegiatan yang diserahkan sepenuhnya kepada siswa merupakan konsep pembelajaran aktif dan mandiri. Siswa yang tergabung dalam kepanitian sebagai penyelenggara, bisa belajar tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah even melalui proses pengorganisasian dan manajemen yang baik. Siswa yang tergabung dalam kegiatan bazaar, mereka bisa belajar tentang entreupreuneurship, diantaranya: pembuatan produk, pemasaran, sistem transkaksi jual beli, menyusun laporan laba rugi dsb. Siswa yang tergabung dalam pelaksana games, bisa belajar beberapa ilmu fisika melalui games lempar botol, lempar bola ke dalam lubang, dart, dan panahan. Mereka juga belajar tentang kerja sama dan kekompakan tim dalam games labirin.
Melalui kegiatan live music, gamelan dan alunan angklung Arumba, siswa mempelajari seni-budaya, khususnya budaya lokal Jawa Barat. Siswa yang ditunjuk menjadi MC untuk memandu acara nonton bareng, setidaknya mereka belajar memahami materi public speaking. Dari film yang ditayangkan, seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa film ini merupakan film pendek Islami, maka diharapkan siswa memiliki semangat keislaman yang lebih baik. Terlebih film sebenarnya bisa menjadi media pembelajaran yang efektif bagi siswa.       

Sumber foto: Koleksi Pribadi Tim Movie Night
Sumber foto film Mudik dan Cinta Subuh: https://entertainment.kompas.com/read/2017/10/06/131407510/film-animasi-pendek-mudik-karya-pijaru-masuk-nominasi-ffi-2017 dan https://www.gomuslim.co.id/read/komunitas/2016/05/30/495/berawal-dari-cinta-subuh-sebarkan-nilai-islam-melalui-audio-visual.html