Wednesday, 12 September 2018

Movie Night: Konsep Pembelajaran Terpadu dengan Nonton Bareng


By Iskandar

Belajar di malam hari? Buat anak-anak SMP dan SMA? Masa sih? Gimana caranya? Aman nggak ya! Pertanyaan-pertanyaan tadi dan banyak pertanyaan lainnya muncul begitu saja ketika konsep pembelajaran ini pertama kali diperkenalkan di SMP-SMA Mutiara Bunda sejak tahun lalu tepatnya di tahun 2017. Movie Night merupakan sebuah konsep pembelajaran terpadu dan terintegrasi bagi siswa SMP dan SMA melalui kegiatan nonton bareng yang dilaksanakan pada sore hingga menjelang malam hari. Kegiatan movie night diadakan setiap satu tahun sekali pada semester pertama oleh SAMBA (Student Association of Mutiara Bunda – OSIS) SMA Mutiara Bunda sebagai panitia penyelenggaranya. Konsep acara yang digelar memadukan berbagai rangkaian acara mulai dari bazaar, karnaval dalam bentuk games ketangkasan, pemaparan profil sekolah, live music Islami dan tradisional hingga puncaknya nonton bareng film-film terpilih yang dilaksanakan dari sore hingga menjelang malam hari.




     Tema kegiatan movie night pada tahun ini yaitu Having Fun On The Sunset, Together In The Moonlight yang memiliki arti bergembira menikmati kermeriahan dan keceriaan namun tetap menjalin silaturahim dalam kebersamaan. Seluruh siswa baik SMP maupun SMA cukup antusias menikmati kegiatan ini. Hal ini terlihat dari semangat yang luar biasa para siswa dalam mengikuti setiap acara, termasuk panitia. Mereka telah bekerja dengan keras dan cerdas selama kurang lebih tiga minggu persiapan mulai dari pembuatan konsep acara hingga pelaksanaan. Siswa SMP Mutiara Bunda begitu menikmati seluruh rangkaian acara. Games ketangkasan yang mereka ikuti seperti lempar botol, lempar bola ke dalam lubang, panahan,  dart, dan tantangan labirin membuat mereka terkesan. Ditambah dengan bazaar yang diselenggarakan entrepreunership kelas 10 dan 11 serta jajanan khas foodtruck semakin menambah kesan “having fun” yang mereka dapatkan. Live music dan pemaparan program pertukaran pelajar ke luar negeri dari siswa kelas 12 membuat daya tarik tersendiri. Beberapa diantaranya bahkan berharap bisa turut berpartisipasi menyemarakkan acara.
  

Menjelang maghrib seluruh siswa berkumpul di lapangan futsal, dimana puncak acara nonton bareng diselenggarakan. Setelah berwudlu dan sholat Maghrib berjamaah, acara nonton bareng dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran dan sambutan dari Kepala SMA Mutiara Bunda, ibu Lala Tansah. Sambil menikmati makan malam, mereka disuguhi alunan indah dari gamelan dan angklung Arumba SMA Mutiara Bunda. Nonton bareng dimulai setelah pelaksanaan sholat Isya hingga pukul 20.30 dengan dua film pendek terbaik bernuansa Islami.
Nonton bareng dibuka dengan pemutaran video profil SMA Mutiara Bunda yang dibuat oleh tim kreatif siswa SMA Mutiara Bunda khususnya kelas 11. Film pertama yang ditayangkan yaitu sebuah film animasi berjudul “Mudik”. Film ini merupakan nominasi film pendek animasi terbaik pada Festival Film Indonesia tahun 2007. Film yang berdurasi 2 menit 45 detik ini digarap oleh tim Pijaru yang terdiri dari Calvin Chandra, Ardhira Anugrah Putra, Alfonsus Andre, dan Aditya Prabaswara. Film berkisah tentang seorang anak dalam sebuah keluarga kecil yang melakukan perjalanan mudik lebaran menggunakan mobil pribadi. Pada awalnya ia hanya terfokus memainkan gadgetnya selama perjalanan. Namun pada suatu kesempatan ketika gadgetnya mati karena kehabisan baterai, ia melihat keluarga lain yang juga mudik menggunakan motor. Ia terkesan dengan kehangatan keluarga pemudik tersebut. Meski mereka berdesakkan dalam satu motor tetapi nampak keceriaan dan kegembiraan dalam perjalanan mudiknya.   

Film kedua berjudul “Cinta Subuh” yang menceritakan kisah inspiratif seorang pemuda bernama Angga yang menjalin hubungan dengan Ratih. Dalam kisah itu diceritakan hubungan Angga dan Ratih putus karena Angga selalu terlambat mengerjakan Sholat Subuh. Ratih mengatakan bahwa bagaimana ia bisa menjadi imam dalam rumah tangga jika untuk mengatur dirinya agar bisa Sholat Subuh tepat pada waktunya saja ia tidak bisa. Permasalahan Angga semakin bertambah ketika ayahnya memutuskan untuk tidak lagi membantu keuangan Angga. Ia pun mulai merenung bahwa bisa jadi kesalahannya itu karena ia sering Sholat Subuh tidak tepat waktu. Ia pun meminta bantuan teman sekosannya yang rajin melaksanakan Sholat Subuh untuk menuntunnya melaksanakan Sholat Subuh tepat waktu. Meski pada awalnya berat namun setelah istiqomah dijalani, Angga bisa melakukannya secara mandiri. Sejak saat itu, kehidupannya berubah. Berbagai kemudahan ia dapatkan termasuk mendapat pekerjaan yang baik. Setelah ia merasa mapan, Angga pun melamar Ratih dan akhirnya Ratih dan kedua orangtuanya menyetujui hubungan mereka.
Kedua film inspiratif ini cukup tepat dan layak untuk ditonton bagi remaja seusia mereka. Dari kedua film tersebut, siswa diharapkan bisa mengubah cara pandang mereka tentang pemakaian gadget dan hubungan dengan lawan jenis serta mencintai Sholat Subuh sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Melalui acara nonton bareng ini pula bisa terjalin silaturahmi yang baik antara siswa SMP dan SMA.

Konsep Pembelajaran dalam Movie Night

Tidak hanya sebatas memberikan kemeriahan dan rutinitas belaka, acara Movie Night memiliki konsep pembelajaran yang atraktif, aplikatif, dan menyenangkan bagi siswa dan guru. Seluruh rangkaian kegiatan yang diserahkan sepenuhnya kepada siswa merupakan konsep pembelajaran aktif dan mandiri. Siswa yang tergabung dalam kepanitian sebagai penyelenggara, bisa belajar tentang bagaimana menyelenggarakan sebuah even melalui proses pengorganisasian dan manajemen yang baik. Siswa yang tergabung dalam kegiatan bazaar, mereka bisa belajar tentang entreupreuneurship, diantaranya: pembuatan produk, pemasaran, sistem transkaksi jual beli, menyusun laporan laba rugi dsb. Siswa yang tergabung dalam pelaksana games, bisa belajar beberapa ilmu fisika melalui games lempar botol, lempar bola ke dalam lubang, dart, dan panahan. Mereka juga belajar tentang kerja sama dan kekompakan tim dalam games labirin.
Melalui kegiatan live music, gamelan dan alunan angklung Arumba, siswa mempelajari seni-budaya, khususnya budaya lokal Jawa Barat. Siswa yang ditunjuk menjadi MC untuk memandu acara nonton bareng, setidaknya mereka belajar memahami materi public speaking. Dari film yang ditayangkan, seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa film ini merupakan film pendek Islami, maka diharapkan siswa memiliki semangat keislaman yang lebih baik. Terlebih film sebenarnya bisa menjadi media pembelajaran yang efektif bagi siswa.       

Sumber foto: Koleksi Pribadi Tim Movie Night
Sumber foto film Mudik dan Cinta Subuh: https://entertainment.kompas.com/read/2017/10/06/131407510/film-animasi-pendek-mudik-karya-pijaru-masuk-nominasi-ffi-2017 dan https://www.gomuslim.co.id/read/komunitas/2016/05/30/495/berawal-dari-cinta-subuh-sebarkan-nilai-islam-melalui-audio-visual.html

No comments:

Post a Comment