By
Mohamad A. Iskandar, S. S.
Pendidikan dan Keterampilan Masa Depan
Pendidikan
masa kini dan masa yang akan datang adalah pendidikan yang mampu menghasilkan
sumber daya manusia berkualitas yakni dewasa,
mandiri, berpengetahuan, berkompetensi, dan memiliki sikap religius serta etika
sosial yang tinggi. Selain itu, sumber daya manusia yang berkualitas adalah
sumber daya manusia yang mampu berdaya saing secara global tanpa meninggalkan
ciri khasnya bahkan memiliki kepercayaan diri tinggi dengan budaya dan kearifan
lokalnya.
Keterampilan-keterampilan yang
harus dimiliki seseorang di masa yang akan datang diantaranya: Pertama,
keterampilan sosial dan interpersonal. Keterampilan sosial dan interpersonal
dimaksudkan bahwa seseorang memiliki serangkaian keterampilan yang memungkinkan
untuk berkomunikasi, berhubungan, dan bersosialisasi dengan orang lain baik
secara verbal maupun nonverbal. Kedua, keterampilan berbagi dan bernegosiasi
yaitu mengenali dan merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku,
motivasi serta keinginan orang lain dengan mencakup mendengarkan, memahami dan
memperoleh informasi, analisis terhadap informasi, membangun dan memelihara
relasi, serta menolong orang lain. Selain itu dalam keterampilan ini mencakup
juga kemampuan bernegosiasi dan berbagi terhadap sesama. Ketiga, keterampilan
belajar yaitu keterampilan beradaptasi dan belajar dengan cepat sehingga ia tidak menemui kesulitan dalam
menghadapai berbagai situasi dan kondisi yang terjadi pada lingkungan dan
masyarakat sekitar.
Permasalahan
Psikologis Remaja
Secara psikologis, remaja
memiliki latar belakang sebagai berikut. Pertama, kurang peka dan peduli
terhadap lingkungan sekitar. Remaja yang sedang mengalami fase perkembangan psikologisnya
mungkin masih terfokus mengetahui siapa dirinya. Karena itu, remaja cenderung
lebih memperhatikan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya serta sedang
dalam pencarian jati diri. Hal ini menjadikan remaja seolah kurang peduli
dengan lingkungan sekitarnya.
Kedua, remaja yang masih dalam
pencarian jati diri cenderung kurang bisa beradaptasi dengan lingkungan dan
masyarakat. Karena kekurangmampuan beradaptasi itu, kadang ketika seorang
remaja melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku
masyarakat akan menganggapnya sebagai bentuk pelanggaran atau penyimpangan
terhadap kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Sebagai contoh, bagi
masyarakat Sunda, berjalan melewati orang lain atau yang lebih tua harus membungkukkan
badan sambil mengucapkan “punten”. Namun saat ini, banyak remaja yang tidak
melakukan hal itu. Hal ini bisa jadi karena kebiasaan, tidak memahami,
keengganan, atau kurang bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat
tersebut.
Ketiga, perilaku individualis
dan hedonis. Budaya yang sebenarnya datang dari luar ini memiliki pengaruh yang
besar terhadap perkembangan remaja saat ini. Budaya yang hanya mementingkan
diri sendiri dan kecenderungan mempergunakan waktu/kesempatan untuk mencari kesenangan
semata tentu tidak sejalan dengan tujuan eksistensi manusia sesungguhnya. Manusia
diciptakan sebenarnya adalah untuk beribadah salah satunya melalui
kebermanfaatan. Karena itu, manusia seharusnya peduli dan menggunakan
waktu/kesempatan yang ada untuk hal-hal yang bermanfaat tidak hanya bagi
dirinya sendiri tetapi juga bagi orang lain sebagai salah satu bentuk ibadah.
Keempat, perubahan jaman yang
begitu cepat menuntut manusia untuk bekerja secara cepat untuk segera
memperoleh hasil yang diharapkan/diinginkan. Hal ini yang mendorong manusia
melakukan segala sesuatu serba instan melalui jalan pintas tanpa mempedulikan
proses yang harus dilalui. Akhirnya yang terjadi adalah manusia melakukan
sesuatu hanya berorientasi pada hasil bukan pada proses. Padahal sebuah proses
diperlukan agar manusia memaksimalkan seluruh potensi yang ada pada dirinya.
Ini pula yang terjadi pada remaja saat ini.
Pendidikan
Berbasis Lingkungan dan Masyarakat Untuk Memaksimalkan Potensi Remaja
Secara kognitif, pada diri
remaja terdapat potensi berpikir yang baik diantaranya: secara intelektual
remaja awal dapat berpikir logis tentang gagasan abstrak, berfungsinya kegiatan
kognitif tingkat tinggi yaitu membuat rencana, strategi, membuat
keputusan-keputusan, serta memecahkan masalah. Remaja juga sudah hampir mampu
menggunakan abstraksi-abstraksi dan membedakan yang konkrit dengan yang abstrak.
Secara psikologis, remaja sudah mampu berperilaku tidak hanya mengejar kepuasan
fisik semata tetapi meningkat pada rasa diterima, dihargai, dan penilaian
positif dari orang lain. Secara sosial, remaja sudah memiliki perkembangan
kemampuan untuk memahami orang lain dan menjalin pertemanan. Disamping beberapa
hal potensi di atas remaja juga memiliki potensi sikap yang cukup rawan yaitu comformity (kecenderungan mudah menyerah
dan mengikuti teman sebaya).
Fungsi pendidikan adalah untuk
memaksimalkan kemampuan/potensi dari setiap individu sehingga potensi itu
menjadi sesuatu yang berguna tidak hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi
orang lain. Untuk itu, pendidikan sudah sepatutnya bukan hanya untuk mengejar
kecerdasan intelektualitas semata tetapi lebih dari itu menjadikan setiap
individu berdaya guna dan bermanfaat bagi sesama. Maka untuk menjalankan fungsi
ini perlu adanya suatu rancangan pembelajaran yang bisa mengeksplorasi seluruh
potensi yang dimiliki setiap individu tanpa terkecuali.
Pendidikan
berbasis lingkungan dan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif metode
pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi setiap individu. Pendidikan berbasis
lingkungan dan masyarakat merupakan pembelajaran dengan metode pendekatan
lingkungan dan masyarakat sebagai sasaran, sumber dan sarana belajar. Model
pendidikan ini merupakan pembelajaran aplikasi langsung dengan melakukan
pengamatan/observasi, pendataan dan analisis fenomena-fenomena yang terjadi di
lingkungan dan masyarakat setempat. Kegiatan pembelajaran ini dalam rangka mengeksplorasi
masyarakat dan lingkungan sehingga pengetahuan yang didapatkan, lebih mudah
dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan lebih jauh, dengan
mengetahui permasalahan yang terjadi di lingkungan dan masyarakat, para siswa
mampu memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan tersebut. Dengan metode pembelajaran
seperti ini, kita harapkan tumbuh sikap peka, peduli, adaptif, dan solutif.
Artikel ini dapat dilihat juga di: http://mohamadiskandar72.blogspot.co.id

Pendidikan berbasis lingkungan dan masyarakat dapat menjadi salah satu alternatif metode pembelajaran yang dapat memaksimalkan potensi setiap individu.
ReplyDeletehttps://m.sabungayamlive.site/