Jam dua belas
lewat beberapa menit, tengah malam, tanggal enam Juli 2011, hari Rabu, di atas
kapal Ferry Jatra 1. Udara pelabuan Bakauhuni cukup
terasa panas, di sapu udara laut yang dingin menembus tulang. Ku tatap langit
yang sedikit berbintang. Lampu-lampu berkelap kelip yang cukup memukau
dipandang mata di malam hari. Hamparan air laut, gelap, hitam seperti hati
hambaMu dikala itu yang sedang kelam, pekat dengan dosa dan alfa yang sering
hamba kerjakan dengan rasa gembira dan bangga.
Ya Rabb, ya
Ilaahi
Ampuni hambaMu
ini
Ampuni MakhlukMu
yang hina ini
Luasnya laut,
sangat jarang membuat hamba berfikir dan bertafakur, betapa Maha Hebat dan
besarnya ayat kauniyahMu
Dengan
laut, Engkau limpahkan betapa banyak rizki; ikan, garam,
karang, ganggang, jasa angkutan, minyak bumi, dan berjuta nikmat lainnya
Ya ilaahi
Ampuni hambaMu
yang jarang meneteskan air mata demi memohon ampunanMu
Ampuni hamhaMu
yang sering takabur dan berbangga diri dengan karuniaMu
Betapa kerasnya
hati hamba ya Allah
Engkau ingatkan
hamba dengan firman-firmanMu
Tapi hati ini
tidak jua tergugah
Engkau dekati
hamba melalui shalat
Tapi hati ini
tetap membatu dari mengingatMu
Engkau ingatkan
hamba dengan sakit
Tapi tidak
membuat hamba menjerit memohon ampunanMu
Engkau ingatkan
hamba dengan meninggalnya seseorang
Tapi tidak
membuat hamba lekas bertaubat
Ya ghofuur
Harus
bagaimanakah cara hamba agar dapat meneteskan air mata
Demi mengingat
betapa besar karuniaMu
Yang senantiasa
menyertai hamba-hambaMu. Makhluk-makhlukMu yang dengan berbangga diri melanggar
perintahMu,
Yang dengan
sombongnya menjauhi perintahMu
Ya rabb
karuniakan hamba
kenikmatan bercengkerama denganMu
karuniakan hamba
kenikmatan mengingatMu
ya rabb
Betapa sulitnya
mata ini untuk menangis
Betapa sukarnya
hati ini untuk bergetar ketika namaMu disebut
Sudah begitu
berkaratkan dosa-dosa hamba
Sudah begitu
berakarkah maksiat-maksiat hamba
Yaa rabb.....

Saya suka-saya suka..nuhun Pak Solihinnn :)
ReplyDelete