Wednesday, 1 March 2017

Belanja yang Berkah dan Dirahmati Allah SWT



Belanja yang Berkah dan Dirahmati Allah SWT
By Iskandar

“Rahmat Allah atas orang-orang yang berbaik hati saat ia membeli, saat ia menjual, dan saat ia membuat keputusan”. (H. R. Bukhari No. 2076, Kitab Al-Buyu, Bab Asuhulah wa Samhah).
“Kedua belah pihak dalam jual beli berhak membatalkan kesepakatannya selama mereka belum berpisah. Jika mereka berkata benar, menjelaskan segala sesuatunya dengan jernih, jual beli mereka akan mendapatkan bekah. Tapi jika mereka menyembunyikan sesuatu serta berdusta, berkah yang ada dalam jual beli mereka akan terhapus”. (H. R. Bukhari No. 2082, Kitab Al-Buyu, Bab Ma Yamhalul Kadzbu wal Kitman Fil Bai).
         Siapapun pasti suka berbelanja. Mulai dari berbelanja untuk memenuhi kebutuhan pokok sampai hanya untuk hiburan semata. Namun ketika kita berbelanja terkadang kita lupa bahwa kegiatan ini sebenarnya sesuatu yang telah diatur dalam Islam. Berbelanja bukan hanya untuk memenuhi hawa nafsu terhadap barang-barang tertentu. Berbelanja seharusnya selain untuk memenuhi kebutuhan kita namun juga dapat mendatangkan berkah dan rahmat dari Allah SWT. Lalu bagaimanakah agar kegiatan belanja kita mendatangkan berkah dan rahmat Allah SWT?
·         Jujur
Jujur merupakan salah satu pilar Islam. Pembeli yang jujur memiliki nilai yang tinggi dalam Islam. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “Siapa yang menipu kami, dia tidak termasuk golongan kami”[1]. Ini menunjukkan kepada kita bahwa pada saat kita akan membeli barang dari pedagang berlakulah jujur. Terkadang kita berpura-pura pada saat menawar barang dengan berbohong misalnya “barang ini kalau di toko sana harganya lebih murah” padahal kita tidak pernah datang ke toko yang dimaksud dan menawar barang yang ada di toko tersebut. Berlakulah jujur jika kita ingin menawar dan menawarlah dengan harga yang pantas tanpa harus berdusta.
·         Adil
Pada saat kita menawar barang biasanya kita akan senang ketika barang tersebut dapat kita beli dengan harga semurah-murahnya bahkan jauh lebih rendah dari harga pasar. Sebagai pembeli, kita juga harus bisa berlaku adil terhadap pedagang atau penjual. Pada saat menawar barang pertimbangkan keuntungan yang ia peroleh, ongkos kirim, modal yang telah ia keluarkan, dan hal-hal lainnya sehingga kita bisa menetapkan harga untuk barang yang kita inginkan. Berlakulah adil karena adil itu lebih dekat kepada takwa.
·         Ramah
Kita tentu akan merasa senang dengan orang yang bersikap ramah terhadap kita. Begitupun sebaliknya orang lain pun akan senang apabila kita bersikap ramah kepada mereka. Dalam Islam senyum merupakan salah satu sedekah. Jika kita bisa bersikap ramah terhadap orang lain, salah satunya dengan senyuman maka itu menjadi nilai tambah pahala untuk kita. Begitupun saat kita akan melakukan transaksi jual beli. Sikap ramah tidak hanya menjadi hal wajib bagi penjual namun keharusan juga bagi pembeli. Apabila kita bersikap ramah terhadap penjual tentu ia pun akan dengan ramah pula melayani kita.
·         Tolong Menolong
Transaksi jual beli dalam Islam tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan semata tetapi juga berorientasi pada sikap ta’awun (tolong menolong). Islam menghendaki kegiatan belanja memiliki manfaat tidak hanya untuk dirinya sendiri namun bermanfaat juga untuk orang lain. Prinsip jual beli dalam Islam adalah ridha atau kerelaan diantara penjual dan pembeli. Kerelaan itu didapatkan karena keduanya mendapat manfaat. Karena itu, sebagai pembeli pada saat membeli barang, niatkan juga untuk membantu pedagang mendapatkan keuntungan yang membawa berkah.

                            Picture from: http://www.dontpayfull.com/blog/secret-shopping-tricks



Sumber:
Antonio, Muhammad Syafii, Dr. M. Ec dan Tim Tazkia. 2010. Ensiklopedia Leadership dan Manajemen Muhammad SAW “The Super Leader Super Manager”. Bisnis dan Kewirausahaan. Bussiness & Entrepreneurship. Jakarta: Tazkia Publishing.

Artikel ini juga dapat dibaca di: www.mohamadiskandar72.blogspot.co.id



[1] H. R. Muslim No. 294, Kitab Al-Iman, Bab Man ghasana falaisa minna.

1 comment:

  1. Terima kasih Pak Is sudah mengingatkann...jadiii ayo berwirausaha!!! haha

    ReplyDelete