Pertama membaca buku ini saya masih ingat, saat itu usia saya baru delapan belas tahun, usia yang masih sangat muda dan memiliki sejuta mimpi juga kesempatan, membaca buku ini mengingatkan saya, bahwa di satu periode yang lampau, usia saya merupakan usia produktif untuk seorang gadis,melepaskan kesengsaraan dan juga garis kemiskinan dalam sebuah pilihan hidup yang membuatnya mampu bertahan namun juga menerima konsekuensi untuk hidup dalam bayangan, menjadi seorang Nyai.
Kemudian, enam tahun berlalu dan saya tergerak kembali untuk membaca ulang buku ini, sebuah buku yang menceritakan realita mengenai kehidupan seorang Nyai. Sebuah buku yang ditulis oleh seseorang yang ingin mencari asal usul dari sebagian darah yang mengalir di dalam tubuhnya, darah seorang Moeinah,seorang Nyai. Menjadi Nyai adalah terikat pada hubungan yang berdiri dengan landasan transaksi ketimbang sebuah perasaan menjadi garis utama penceritaan buku ini, bahwa menjadi Nyai adalah sebuah profesi,bukanlah panggilan hidup seorang perempuan.
Pekerjaan yang menjadi perdebatan secara moral namun juga pada praktiknya dibutuhkan, dianggap sedikit jauh lebih baik dibandingkan prostitusi, namun masih menjadi pekerjaan yang sebisa mungkin dihindari. Buku ini juga menceritakan bahwa perempuan perempuan yang menjadi Nyai, telah melepaskan segala apa yang dimilikinya, untuk menjadi seorang pendamping Pria yang bahkan tidak ia mengerti bahasanya, untuk hidup dalam bayang bayang bahkan acapkali disembunyikan,untuk memenuhi kebutuhan sang Pria apapun kebutuhannya tanpa mendapatkan apreasiasi yang sepantasnya, untuk dapat sedikit meningkatkan taraf kehidupan dengan resiko dikucilkan oleh lingkungan.Betapa menjadi Nyai bukanlah sebuah pilihan namun keterpaksaan...
Namun terdapat satu bagian khusus di buku ini yang menceritakan kisah hidup para Nyai yang mendapatkan kebahagiaan dari sang Pria,dalam bentuk pernikahan dan pengakuan anak anaknya.Sebuah buku yang patut dibaca untuk membukakan pandangan kita, bahwa seharusnya perempuan tidak diposisikan dalam suatu pekerjaan yang mengkerdilkan peran seorang wanita sebagai pembentuk generasi dan pembawa peradaban melalui keturunannya.
source gambar:
http://khatulistiwa.net/khatulistiwa-online/100/sejarah/11339/nyai-dan-pergundikan-di-hindia-belanda.html

wahh, menarik sekali Bu Saski. Ulasannya pun bagus :). Thank sharingnya ya Bu Saski.
ReplyDelete